oleh

Penjaringan Bacawali Makassar, Partai Gerindra Tunggu Jadwal Proper Tes dari Gerindra Sulsel

Makassar, inisulsel.com,- Partai Gerindra Kota Makassar saat ini masih menunggu jadwal uji kepatutan dan kelayakan ( fit and proper test ) bagi para Bakal Calon Wali Kota Makassar yang telah mendaftar dan mengembalikan formulir.

Penentuan jadwal ‘fit and proper test’ tersebut masih menunggu hasil kordinasi dengan Pengurus Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan.

“Diperkirakan jadwalnya akhir Januari ini atau pertengahan Februari nanti,” kata Erick Horas , Ketua Partai Gerindra Kota Makassar ditemui di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar, Selasa (7/1).

Proper tes nantinya, kata Erik, yakni memanggil para bakal calon untuk diuji bagaimana visi dan misinya menjadi Wali Kota Makassar dengan menyelesaikan masalah dan tantangan yang ada di Makassar saat ini.

“Tentu kami berharap figur bakal calon memiliki visi kemajuan Makassar dengan mampu mengatasi masalah yang ada dengan program yang disiapkan masing-masing figur bakal calon,”kata Erik.

Sejumlah nama bakal calon telah mendaftar di Partai Gerindra Makassar yaitu Syamsu Rizal, Sukriansyah S Latief, Abdul rachmat Noer, Munafri Arifuddin, Irman Yasin Limpo, Andry Arief Bulu, Haris Yasin Limpo, Syarifuddin Daeng punna, Muhammad Ismak, A Mustaman, Fadly Ananda, Moh Ramdhan Pomanto, Irianto A Baso Ence, Iqbal Djalil, A Yaqkin Padjalangi, Muh Askar Mansyur, Hasan Basri Ambarala, Taufiqul Hidayat Ande Latief, Erik Horas.

Menurut Erick, seluruh figur bakal calon Wali Kota yang mendaftar di Partai Gerindra Makassar memiliki peluang yang sama untuk diusung pada Pemilihan Wali Kota Makassar 2020.

Meski demikian, Erik mengatakan Partai Gerindra juga akan mempertimbangkan tingkat elektabilitas figur bakal calo Wali Kota sebelum diusung. Jika tingkat elektabilitasnya paling tinggi dan berkomitmen terhadap visi partai gerindra yang ingin mensejahterakan masyarakat maka calon tersebut berpeluang besar untuk diusung.

“Akan tetapi semua itu, melalui proses penjaringan dan penilaian struktur partai dari tingkat Kota hingga Pengurus Pusat,”tutur Erik.(*)

News Feed