oleh

Mengenal Lebih Dekat, PJ Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb

Makassar,IniSulsel.com,– Lahir dari keluarga pamong dan dosen ini, telah menjabat sebagai PJ Wali Kota Makassar kurang lebih setengah tahun. Ia dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah beberapa bulan yang lalu di 2019.

Ayahnya pernah menjabat sebagai bupati Luwu, jadi tak heran perjalanan karir Iqbal sebagai birokrat terbilang cukup cemerlang karena adanya bimbingan dari orang tua yang sebelumnya sebagai Pejabat daerah memimpin suatu Kabupaten di Sulawesi Selatan.

Berbeda dengan Iqbal yang memilih berkarir sebagai Birokrat, saudara kandung Iqbal umumnya memilih profesi sebagai dosen . Iqbal dididik secara ketat oleh sang ayah kala itu, menjadikannya taat beribadah dan menghormati orang yang lebih tua. Ia mengaku ketika orang tuanya masih hidup ada dua ritual yang tak boleh dilewatkan, sholat berjamaah di waktu subuh dan magrib, serta makan bersama keluarga.

Sebagai orang nomer satu di Pemerintah kota Makassar, Iqbal yang juga tercatat sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi ini, ternyata tidak pernah bermimpi menjadi orang nomer satu di kota Makassar.

Sejak dilantik sebagai walikota Makassar, 13 Mei 2019 lalu, ia mengaku sebelumnya tak pernah berharap atau bercita-cita jadi walikota. Apalagi dalam kontestasi pemilihan kepala daerah membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Ia mengaku semuanya datang dari yang Maha Kuasa.

Sebelum menjadi PJ Wali Kota Makassar, Iqbal sempat menduduki sejumlah jabatan di Pemprov Sulsel antara lain Kepala Satpol PP Sulsel, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Menjabat sebagai PJ Wali Kota Makassar, Iqbal berkomitmen menjalankan tugas dan pekerjaan secara optimal sesuai aturan hukum yang berlaku, serta mendorong seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar untuk pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Pemerintah Daerah yang merupakan perpanjangan tangan Pemrerintah Pusat hadir untuk memberikan dan menyampaikan seluruh hak-hak masyarakat , mengatur daerah agar masyarakat menjalankan hak dan kewajibannya, mendorong pembangunan daerah agar masyarakat dapat merasakan pelayanan dasar dan kesejahteraan secara merata,”kata Iqbal.(*)

News Feed