oleh

Imbauan BPOM, Mikroplastik Air Minum Kemasan

Jakarta, INISULSEL.COM– Beredarnya formasi kandungan partikel mikroplastik dalam Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) belakangan ini mengejutkan warganet senin (19/3/2018)

Menurut hasil penelitian Orb Media, konsorsium media yang berbasis di Washington Amerika Serikat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memberikan penjelasan terkait isu tersebut.

Penjelasannya, BPOM menyebutkan bahwa mikroplastik merupakan isu yang sedang diamati perkembangannya.

Saat sedang diamati, pihak BPOM mengakui belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia.

Lembaga Internasional seperti EFSA (European Food Safety Authority), US-Environmental Protection Agency/US-EPA saat ini sedang mengembangkan pengkajian termasuk metode analisis untuk melakukan penelitian toksikologi terhadap kesehatan manusia. The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) selaku lembaga pengkaji risiko untuk keamanan pangan di bawah FAO-WHO belum mengevaluasi toksisitas plastik dan komponennya.

Oleh karena itu, belum ditetapkan batas aman untuk mikroplastik. Codex, sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO-WHO belum mengatur ketentuan tentang mikroplastik pada pangan.

BPOM akan terus memantau isu mikroplastik dan berkoordinasi dengan lintas keahlian, akademisi, kementerian dan lembaga terkait serta asosiasi baik ditingkat nasional maupun internasional.

BPOM mengimbau agar konsumen tetap tenang karena keamanan, mutu dan gizi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia sudah diatur dalam SNI AMDK atau Wajib SNI dan Peraturan Kepala Badan POM, yang standarnya sejalan dengan standar internasional yang ditetapkan dalam Codex.

“BPOM RI terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sesuai dengan standar yang berlaku,” dijelaskan BPOM via sosial media

Apabila masyarakat menemukan produk yang tidak layak agar menghubungi Contact HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.