oleh

Guru Besar Sepakat Mencabut Gelar Akademik Para Koruptor

MAKASSAR,INISULSEL.COM— Majelis Dewan Guru Besar (MDGB) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sepakat mencabut gelar akademik bagi koruptor.

Hal ini menjadi komitmen bersama dalam Pertemuan MDGB PTN-BH se-Indonesia di Aula Gedung Paska Sarjana Lt. 2, Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea

Ketua Dewan Guru Besar (DGB) IPB Yusram Massijaya mengatakan, pencabutan gelar atau ijazah para koruptor bisa dilakukan oleh rektor atau pihak universitas yang mengeluarkan ijazah.

Dia mengakui, pencabutan gelar atau ijazah tentu sangat disayangkan karena telah diberikan kepada alumni tetapi harus ditarik kembali. Namun itu bisa menjadi efek jera untuk mencegah maraknya praktik korupsi.

“Majelis Dewan Guru Besar tidak mencabut, tapi bisa merekomendasikan dan yang mengeksekusi hal itu adalah rektor,” kata dia senin (30/4/2018)

Sementara majelis Dewan Guru Besar pun memikirkan bagaimana mendorong kepemimpinan yang bersih terutama di kalangan pejabat dan kepala daerah. Agar tidak terjadi praktik korupsi, sistem penjaringan dalam pemilihan kepala daerah harus diperketat.

“Sistem yang bisa dikembangkan dan dijalankan untuk mendapatkan orang-orang yang baik untuk memperbaiki Republik ini. Dengan demikian, sekarang ini mencari bagaimana mendesain sebuah sistem yang memungkinkan orang-orang baik itu muncul,” ujarnya.

Ketua Komisi A Dewan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), DS Priyarsono menyampaikan bahwa majelis dewan guru besar berkomitmen untuk membantu pemerintah dan rakyat Indonesia untuk meminimalkan potensi korupsi itu

“Anda bisa bayangkan kalau saya ingin menjadi seorang gubernur, berapa biaya yang harus saya sediakan, sementara gaji saya sebagai gubernur tidak akan cukup untuk menutupi itu. Jadi, sebenarnya yang salah itu siapa?” katanya.

Besarnya biaya kontestasi dalam pemilihan, jelasnya, menyebabkan tokoh-tokoh potensial tapi tak bermodal sulit untuk tampil dalam pemilihan. Karena itu, DGB berkomitmen menemukan sistem yang memungkinkan orang-orang baik dan potensial muncul dalam pemilihan.

“Bagaimana sistem yang kita kembangkan agar upaya yang muncul itu adalah orang-orang baik. Banyak baik orang direpublik ini, tapi belum mendapat kesempatan untuk tampil. Nah, sekarang bagaimana kita mendesain satu sistem yang agar sistem itu memungkinkan orang-orang baik itu muncul. Begitu pemimpin baik itu kita peroleh. Insya Allah, kemajuan bangsa kita itu akan sangat cepat tercapai,” jelasnya.

Sekadar diketahui, MDBG PTN BH merupakan gabungan guru besar dari sebelas perguruan tinggi di Indonesia yang berstatus PTN BH. Sembilan dari sebelas perguruan tinggi negeri yang berstatus berbadan hukum mengirimkan perwakilannya dewan guru besarnya dalam pertemuan ini.