oleh

Gelar Aksi, Jukir Makassar Minta Keadilan dari Dewan

MAKASSAR,INISULSEL.com – Menanggapi tindak kekerasan yang terjadi kepada salah satu juru parkir (Jukir) bernama Dona di Jalan Ratulangi, Serikat juru parkir Makassar melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD kota Makassar, Senin 19 November 2018.

Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut keadilan  terhadap tindak kekerasan tersebut. Diketahui pemukulan tersebut dilakukan oleh sejumlah oknum PD Parkir Kota Makassar pada tanggal 14 November 2018 lalu.

Dalam hal ini, Dona yang merupakan Jukir di depan Toko Agung, Jl. Ratulangi ini, mengaku telah melaksanakan tugas dengan baik dan membayar retribusi kepada PD Parkir.

“Perparkiran ini sudah di atur dalam Perda No. 17 tahun 2006. Saya juga selalu bayar retribusi ke PD Parkir,” kata Dona.

Sementara itu, narahubung Serikat Juru Parkir Makassar, Mukmin menjelaskan bahwa pemukulan  terhadap Jukir ini dipicu oleh penjelasan Dona terkait Perda pembagian lahan parkir kepada Oknum PD Parkir.

“Tindakan tersebut menunjukkan bahwa PD parkir sendiri tidak mengetahui aturan perparkiran yang ada di kota Makassar, terkait pembagian lokasi lahan parkir yang dijelaskan oleh Jukir,” kata Mukmin.

Sebagaimana yang diketahui bahwa secara umum ada dua pembagian lahan parkir yakni tepi jalan umum yang diatur dalam PERDA Kota Makassar No 17 tahun 2006, dan depan toko (front toko) yang diatur dalam PERDA No. 13 tahun 2002.

“Jadi, PD Parkir memang hanya berwenang menarik setoran kepada JUKIR di tepi jalan sementara front toko bukan merupakan haknya. Sehingga tidak salah perkataan Dona apabila ia menyebut pungli apabila PD Parkir memungut setoran di front toko,” jelasnya.

Maka dari itu, Serikat Juru Parkir Makassar meminta keadilan kepada DPRD Kota Makassar terhadap tuntutannya kepada PD Parkir Kota Makassar, dengan poin tuntutan sebagai berikut :

  1. Hentikan Kekerasan Terhadap JUKIR
  2. Stop Pungli
  3. Penuhi Hak-hak JUKIR
  4. Tolak Kenaikaa Tarif Setoran JUKIR
  5. Berikan Jaminan Keamanan Terhadap JUKIR