oleh

Tim FKG Unhas Lakukan ‘Social Care’ ke Sekolah

MAKASSAR,INISULSEL.com – Sebanyak 40 orang yang tergabung dalam tim FKG Universitas Hasanuddin (Unhas), terdiri dari 10 dokter gigi dan 30 mahasiswa coass FKG Unhas menyambangi sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan deteksi dini adanya potensi gangguan sendi temporomandibula (TMJ) pada anak usia dini.

Ketua Tim drg. Ardiansyah pawinru, Sp.Ort., menjelaskan bahwa gangguan TMJ ini dapat terjadi pada anak usia dini yang menderita maloklusi berat sejak usia dini.

“Oleh karena itu, kita perlu melakukan pencegahan gangguan yang lebih parah. Dengan cara perawatan awal pemasangan splint pada anak yang terdeteksi maloklusi,” terangnya, Sabtu 17 November 2018.

Pada proses pemeriksaan di SDN I Barayya dan SDN II Barayya, sebanyak 10 anak dari 300 murid sekolah terdeteksi maloklusi yang menyebabkan gangguan TMJ.

“Ada 10 anak, dan kita telah dilakukan pencetakan untuk mendapatkan model studi untuk pembuatan splint dari sekitar 300 murid yang kita lakukan pemeriksaan pada kegiatan ini,” tambahnya.

Sementara, ada sekitar 40 anak yang akan dilakukan tindakan pencegahan maloklusi lainnya seperti pencabutan gigi persistensi, mobile dan sisa akar, penambalan gigi dan pembersihan karang gigi.

“Kegiatan ini kan diawali dengan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada 300 anak sekolah. Dan untuk tahap kedua ini kita akan melakukan pencabutan gigi,penambalan, pembersihan karang gigi serta pemasangan splint pada anak yang sudah kita deteksi sebelumnya,” tambahnya.

Sekedar diketahui, kegiatan ini dimaksud untuk meminimalisir gangguan TMJ serta dampak dari gangguan TMJ tersebut, yang kini telah mulai menyerang anak remaja, dikarenakan potensi gangguan TMJ sejak anak pada usia dini dan tidak mendapatkan perawatan.