oleh

Diselingkuhi, Ini Cara Cerdas Untuk Hadapi Sang Pelakor

Makassar, inisulsel.com – Setiap orang memiliki pilihan dalam menyelesaikan suatu masalah. Contohnya pilihan antara menghadapi perselingkuhan dengan emosi atau dengan cara yang kalem dan berkelas, dilansir tempo.

Psikolog sekaligus konsultan hubungan dari Rapport Relationship, Dr. Jennifer Rhodes, mengemukakan ada beberapa cara yang lebih elegan untuk menghadapi pasangan yang berselingkuh. Jadi, tak perlu menghadapi pasangan dengan cara yang kampungan seperti melabrak, melakukan kekerasan fisik, atau menangis di hadapannya.

Tahan diri, jangan langsung bereaksi

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika mengetahui atau memergoki pasangan berselingkuh adalah menenangkan diri dan jangan terburu-buru mengambil tindakan reaktif. Atur napas dan cobalah untuk menggunakan prinsip praduga tak bersalah karena bisa jadi kecurigaan Anda salah. Kumpulkan bukti-bukti. Lalu berpikir sejenak untuk memikirkan langkah terbaik. Kalau perlu Anda bisa bertanya kepada teman atau orang terpercaya untuk memberi pilihan langkah yang harus diambil.

“Jika memang mau, Anda bisa mendatangi pasangan dan si terduga perebut pasangan tersebut. Perkenalkan diri secara baik-baik dan libatkan diri dalam pembicaraan sambil mengamati interaksi mereka. Bila ada yang membuat tidak nyaman, bicarakanlah kepada pasangan pada kesempatan terpisah,” ujar Rhodes.

Mencoba berdiskusi dan mengevaluasi hubungan 

Perselingkuhan terjadi bukan karena faktor si pelajir saja tetapi juga karena adanya respon dari pasangan. Jadi, Anda harus berbicara kepada pasangan baik-baik,  untuk mengetahui apa yang menyebabkan dirinya memutuskan mengkhianati hubungan.

“Orang yang dikhianati akan memposisikan diri sebagai korban. Namun penting bagi para pasangan untuk mengevaluasi kembali hubungan kasih mereka. Bagaimana interaksi dengan suami atau istri selama ini? Apakah ada aspek yang perlu ditingkatkan dalam hubungan mereka? Hal tersebut penting untuk mengetahui penyebab masalah, demi meminimalisasi situasi yang dapat memicu perselingkuhan terjadi lagi,” jelas Rhodes.

Berpikir matang untuk mengambil keputusan terbaik

Luka dari pengkhianatan kadang terlalu dalam untuk membuat kita bisa bersikap tenang, apalagi untuk menyembuhkannya. Namun sebelum marah-marah dan memutuskan berpisah pikirkan terlebih dahulu, dampak apa saja yang akan Anda terima.

“Pikirkan apakah masih ada niat untuk kembali dan memperbaiki keretakan yang ada? Atau apakah memang tidak ada jalan untuk memperbaikinya? Namun satu hal yang harus dipertimbangkan adalah perceraian akan berdampak pada anak dan keluarga kedua belah pihak. Status finansial, rencana masa depan dan sebagainya juga harus dipikirkan dengan matang. Bila perlu, mintalah bantuan profesional seperti konselor pernikahan untuk mendapatkan solusi terbaik,” tuturnya.(*)