Komisi B DPRD Makassar Minta Pungli Lahan Pekuburan Umum Diusut

Makassar, inisulsel.com,-Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar meminta dugaan praktek pungutan liar di pekuburan umum Sudiang diusut.

“Ada laporan masyarakat yang kami terima, katanya ada pungli lahan pekuburan Sudiang, kami minta itu diusut,”kata Hasanuddin Leo, Anggota Komisi B DPRD Makassar ,Sabtu (16/11).

Menurut Hasanuddin, laporan yang diterima sejumlah anggota dewan Makassar, bahwa ada oknum yang memungut uang Rp 2 juta hingga Rp 3 juta kepada keluarga almarhum yang hendak memakamkan keluarganya yang meninggal di pekuburan Sudiang.

“Kami minta Pemkot memberi sanksi tegas kalau ada oknum yang pungli di situ,”kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, Pemkot Makassar tidak dibenarkan memungut biaya kepada keluarga almarhum.Tidak ada jenis retribusi yang membenarkan pungutan uang disitu.

Hasanuddin meminta masyarakat untuk melaporkan oknum UPTD pekuburan Sudiang jika ada temuan pungli.

“Kami dorong lembaga penegak hukum untuk memproses jika ada oknum yang bermain pungli,”kata Legislator PAN Makassar tersebut.

Kepala UPTD Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup, Khadijah Amiruddin mengemukakan selama ini tak ada biaya yang dibebankan kepada keluarga almarhum yang dikuburkan di Pekuburan Umum Makassar.

“Memang tidak ada biaya bagi masyarakat yang menguburkan keluarganya di pemakaman umum,”kata Khadijah.

Khadijah mengemukakan lahan untuk pemakaman di Kota Makassar semakin berkurang hingga saat ini.

Dari sejumlah pekuburan umum,Dia menyebutkan hanya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang di Kecamatan Biringkananya, yang masih dapat digunakan untuk membuat kuburan baru.

UPTD Pemakaman, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar memprediksi lahan kosong yang tersedia di TPU Sudiang hanya cukup untuk dua tahun ke depan.

Namun, Jika dalam dua tahun kedepan tak segera mendapat lahan baru, maka TPU Sudiang akan penuh dan membuat Kota Makassar tak lagi memiliki lahan untuk pekuburan baru. (*)