oleh

KVU Optimis PSM Akhiri Liga 1 di Zona Aman

-BERANDA-176 views

Makassar,Inisulsel.com – Salah satu klub sepak bola tertua tanah air, PSM kini menjadi satu-satunya klub dari Sulawesi yang tampil di kasta tertinggi atau Liga 1. Ini merpakan kebanggan yang patut dipertahankan. Sejarah Pasukan Ramang yang penuh dengan kisah heroik jangan sampai memberi sebuah noktah sejarah kelam.

Komunitas VIP Utara, Sulyadi Abbas berharap PSM selalu berada di liga teratas negeri ini dan berjuang terus untuk juara.

“Kami pemuda, pecinta PSM. Selalu mau melihat PSM di liga teratas. Jangan berikan sejarah baru. Kami mengkritik, itu bukti kecintaan,” tandasnya pada acara Meja Redaksi di Studio FAJAR, Selasa, (01/03/2022).

Bak gayung bersambut, Sekretaris Jenderal Red Gank, Sadakati Sukma mengatakan, PSM dikenal masyarakat Indonesia bukan klub kecil. Mendengar namanya saja, kata dia, yang terlintas di benak kalangan pecinta sepak bola, adalah klub juara.

Ia melihat, sejak dahulu, klub ini mampu membuktikan dirinya bermental juara. Bahwa bagaimanapun besarnya ombak dan badai pasti mampu diterjang. PSM mampu mengarungi liga dengan hasil bagus.

Pembuktian diharapkan Sadat sapaan Sadakati Sukma harus sekali lagi dilakukan PSM. Klub kebanggaan masyarakat Sulsel itu harus memenangkan setiap pertandingan yang tersisa untuk merangkak naik setidaknya menjauh dari zona merah atau degradasi.

“Sejarah PSM harus dipertahankan. Bukan tim yang gampang degradasi. Bukan tim yang mudah diporak-porandakan. Kita pernah hadapi ini situasi ini, dan kita berhasil,” ujarnya seperti yang dikutip dari Harian Fajar (02/03/2022).

Berada di papan bawah, PSM dituntut untuk terus fokus. Meski, PSM cenderung sering kali kesulitan menghadapi tim papan bawah dan tetap tangguh melawan tim unggulan. Hal ini perlu kewaspasdaan.

Pengamat sepak bola Assegaf Razak yang juga menjadi narasumber pada diskusi ini mengatakan, kecenderungan ini memang saat ini melekat dalam permainan PSM sejak lama. Entah, penyebabnya apa, kata dia, yang pasti ia melihat ketika PSM beradu dengan lawan kuat, para pemain tampil dengan semangat serta motivasi yang tinggi.

Untuk pertandingan ke depan, PSM patut mewaspadai hal ini ketika melawan Persipura, Persela, dan Persiraja. Ditambah lagi, pertemuan tersebut menjadi sejumlah pertandingan menjelang akhir Liga 1. “Kita lawan tim yang sakit, saya kira ini jangan sampai seperti biasa lagi, kalau lawan tim lemah kita kesulitan. Karena sisa pertandingan ini sangat penting untuk mendapatkan kemenangan,” ucapnya.

Anggota Komunitas VIP Utara, Sulyadi Abbas mengatakan, PSM dengan skuad yang ada sekarang terlihat tidak begitu kompak. Makanya dalam setiap pertandingan belakangan ini kerja sama antar pemain tidak bagus.

“Mungkin seperti kata pelatih, ini karena mereka masih butuh waktu untuk banyak beradaptasi, apalagi banyak kedatangan pemain baru dan juga pelatih baru. Tetapi, saya kira ini jangan jadi alasan. Motivasi pemain untuk menang harus benar benar ditumbuhkan,” tukasnya. (Satria)