oleh

PHS Music Ethnica Tampil pada Ajang Internasional Music di Festival Mahakam

Makassar, Inisulsel.com – Profesor Husain Syam (PHS) Music Ethnica mengikuti festival mahakam Internasional Word Music, Folk, Culture Festival dan Expo yang dilaksanakan di Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal 1 hingga 6 november lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ajang apresiasi oleh musik internasional yang diikuti oleh seniman dari beragam wilayah di indonesia dan di Luar Indonesia.

Prof. Dr. Karta Jayadi., M.Sn Wakil Rektor II Universitas Negeri Makassar menyampaikan bahwa salah satu karya musik yang dibawakan oleh Kelompok PHS Music Ethnica yaitu Song Of Consolation, bahwasanya karya musik ini berlatar seni tradisi yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan dengan berbagai ragam suku.

“namun ada empat suku besar yang dikenal dengan suku Makassar, suku bugis, suku mandar, dan suku Toraja. Dalam karya ini pada proses penggarapannya lebih menyoroti pada kegiatan-kegiatan tradisi masyarakat ketinggian atau pegunungan dengan pendekatan pada musik kerakyatan (folklore) yang berisikan tentang nyanyian-nyanyian pelipur lara, petikan kerinduan, tabuhan perindu, dan gesekan bulu perindu,” jelasnya.

Karya ini singkatnya mengisahkan tentang kisah dan untaian kalbu atau rasa rindu pada seorang baik yang terkasih maupun sanak keluarga. Jelas Karta Jayadi yang juga sebagai Manager Team Production pada PHS Music Ethnica ini.

Di sisi lain, rasa rindu akan kampung halaman yang selama ini ditinggalkan dalam sebuah perantauan yang cukup lama namun sering terhantui untuk mengasa ingin kembali ke kampung halaman.

PHS Music Ethnica Tampil pada Ajang Internasional Music di Festival Mahakam.

Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd, sebagai komposer dari Song Of Consolution menyampaikan bahwa musik ini merepresentasikan kekhasan setiap suku di Sulawesi Selatan terutama pada unsur vokal atau nyanyian, musik petik, musik tiup, musik gesek, dan musik tabuh.

“tentunya tidak terlepas dari jiwa dan nuansa musik pelipur lara yang cukup banyak ditemui di daerah Sulawesi Selatan terkhusus daerah daratan tinggi,” tegas Arifin Manggau yang Sekarang Menjabat Sebagai Kepala Pusat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Makassar.

Adapun Tim Managemen dan Artistik Produksi yaitu Profesor Husain Syam (PHS) sebagai (Pendiri PHS Music Ethnica), Karta Jayadi sebagai (Manajer), Arifin Manggau (Daeng Iping) sebagai (Composer), Dzulfitra Ramadani sebagai (Musician Salmard), Andi Hendra Bahar sebagai (Musician Cuping), Rahmat Kurniawan, sebagai (Musician Uda Cakwan), Miftahul Fauzi, Rian Ardiansyah, Mappideceng, Fikriyah, Anjelita, Sri Indarsih, sebagai (Musician) Nina Agustriani, sebagai (Dancer), Andi Taslim Saputra sebagai (Team Production chief 1), Asia Ramli sebagai (Team Production Chief 2), Johar Linda sebagai (Custom Stylist), Devi Purnamasari sebagai (Make Up Artist), Suandi Syam sebagai (Ligting Director) dan Ferdinan sebagai (Artistic Director).