oleh

Ray Suryadi Tekankan Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Terahdap Pemahaman Al-Qur’an

Baca tulis Alquran merupakan satu kesatuan yang telah dirumuskan ke dalam kurikulum pendidikan. Sebab Baca tulis Alquran menjadi kewajiban bagi umat muslim, makanya diajarkan sejak dini.

“Kalau dimasukkan dalam kurikulum, maka akan menjadi persyaratan lulus. Artinya, anak-anak ini akan belajar setiap harinya,” Ungkap Anggota DPRD Kota Makassar H. Ray Suryadi Arsyad saat menyapa warga dalam kegiatan Sosialisasi Perda angkatan 3 dengan tema Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an.

Kegiatan ini digelar di Hotel Karebosi Primer, Kamis (30/03/2023) dengan menghadirkan narasumber, Ketua Lembaga Dakwah Timur Tengah Mubarak Bakri dan Pejabat Kanwil Kantor Agama, H. Saenong LC. serta dibuka secara resmi Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali yang juga Ketua DPC Demokrat Makassar.

Wakil ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali saat membuka kegiatan sosialisasi. (NL)

Membuka kegiatan, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali menyampaikan bahwa Pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an sangat penting disosialisasikan ke masyarakat. Sehingga ada standar yang diberikan ke peserta didik untuk minimal lulus pada jenjang sekolah dasar.

Sambung Ray, Pemerintah memberikan dorongan kepada kegiatan keagamaan, seperti insentif guru mengaji. Hal ini diungkap dalam peraturan yang telah dirumuskan pemerintah. Tentunya dengan beberapa syarat legilitas pendidik Qur’an.

“Melihat jumlah populasi masyarakat muslim, hal ini membuat pemerintah membuat sebuah aturan yang berfungsi sebagai dorongan ketakwaan dan keimanan seorang muslim serta agar masyarakat selalu terdidik dari sisi keagamaan,” katanya.

Narasumber kegiatan sosialisasi. (NL)

Terpisah, narasumber Kegiatan, Lembaga Dakwah Timur Tengah Mubarak Bakri menjelaskan, implementasi perda baca tulis Alquran harus melibatkan seluruh stakeholder. Sebab, suksesnya program ini tergantung sinergitas.

“Jadi, untuk menyukseskan baca tulis Alquran ini memang harus ada sinergi terutama camat dan lurah. Termasuk masyarakat,” jelas Ustad Mubarak. (ILH)