oleh

Irjen kemenag RI Wajib Hentikan Tahapan Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Alauddin Makassar

Makassar,Inisulsel.com – Kekeliruan para guru besar melanda kampus hijau, persyaratan penjaringan pemimpin tidak karuan. Manusia tidak dibenarkan secara aturan di pasang jadi boneka sebagai panitia.

”Lihat saja polrmik yang mewarnai dunia maya saat ini, tidak ada aturan yang bunyi atau tertulis panitia penjaringan rektor itu ada perwakilan pascasarjana.”

Beragam masalah nampak, dengan demikian Irjen harus turun mengambil keputusan soal polemik pencalonan rektor UIN.

Hal ini sangat memalukan institusi, sebelum melanjutkan tahapan wawancara sebaiknya irjen kementrian agama RI dalam hal Dr. H. Faizal ali hasyim mengambil tindakan tegas dengan mengugurkan semua calon yang cacat administrasi, perlakuan sama yang di lakukan oleh panitia yang pilih kasiah hanya menggugurkan satu calon saja.

Senant universitas tdk boleh melanjutkan tahapan sebelum tuntas berbagai macam polemik, ini soal nasip institusi lima tahun kedepan, jika kementtian agama membiarkan persoalan seperti ini, maka selanjutnya akan berlangsung sistem kurang baik bahkan merusak tatanan.

Jika irjen berdiam diri lalu membiarkan kedunguan bawahannya, maka nilai-nilai keagamaan pun ikut terkoyak didepan mata para pemuka agama. Irjen wajib memberi catatan yang berpihak pada prinsip keterbukaan, transparansi dan berkeadilan.

UIN alauddin wajib bersih-bersih, cek satu per satu panitia yang membuat kegaduhan, ada tu yang sedang menjalani pemeriksaan di polda sulselbar terkait dugaan penyalahgunaan anggaran universitas. (Sat)