oleh

Tangani Masalah Anjal, Fasruddin Rusli: Perlu Sinergi Masyarakat dan Pemerintah

Makassar,Inisulsel.com – Persoalan anak jalanan bukan hal yang baru di kota Makassar meski pemerintah kota dalam hal Dinas Sosial bersama dinas terkait kerap melakukan razia namun hingga saat ini masih saja terlihat di perapatan lampu merah ataupun di tempat-tempat lainnya.

“Ini yang harus dipikirkan bersama, sebab persoalan anjal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja bagiamana kita melakukan pembinaan, diberi keterampilan agar nantinya tidak lakukan turun ke jalan mengais rejeki,” kata Anggota DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusly.

Hal ini disampaikan Legislator PPP itu saat menggelar sosialisasi angkatan 8, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Anak Jalanan, Pengemis dan Pengamen di Kota Makassar di Hotel Royal Bay, Minggu (25/06/2023).

Hadir pula selaku narasumber, Masri, S. Sos (Kepala UPT RPTC Dinsos Kota Makassar) dan Andi Sawaluddin (Lurah Maricaya Baru) serta Rini Susanti selaku moderator.

Semantara itu, Masri menyebutkan terkait anak jalanan, diperlukan mengetahui indikator mengapa anak turun ke jalan. Apakah karena orang tua kurang perhatian terhadap anak, apakah karena pergaulan, atau karena pengaruh lingkungan.

“Orang tua tidak perhatian, maka anak mencari perhatian dengan pergi minta-minta. Diperhatikan orang untuk dikasihani,” ungkapnya.

Pembukaan kegiatan sosialisasi. (Fj)

Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini dibutuhkan solusi dan sinkronisasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Pendidikan. Dinas sosial tengah menyiapkan lingkungan pondok sosial (liponsos) until melakukan pembinaan terhadap mereka yang terjaring akibat permasalahan sosial selama 6 bulan.

“Jika ada razia anak jalanan atau pengamen akan dibina bermain musik kemudian bisa tampil di cafe -cafe,” ujarnya.