oleh

Anggota DPRD Makassar Kartini Harap Masyarakat Kontribusi Dalam Pembinaan Anjal

-BERANDA-92 views

Makassar,Inisulsel.com -nggota DPRD Makassar Hj Kartini meminta pembinaan terhadap anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng) dilakukan pembinaan yang serius. Pasalnya mereka saat ini makin merajalela.

“Kalau kita lihat misalnya di lampu merah dmana-mana itu makin banyak sekali pengamen. Mereka bebas karena tidak diawasi,” ujar Kartini.

Hal ini disampaikan dirinya saat membuka kegiatan Sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah Angkatan 17 di Hotel Karebosi Primer, Jumat (17/11/2023).

Sosialisasi kali ini mengangkat tema “Perda Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Anak Jalanan, Pengemis dan Pengamen di Kota Makassar” menghadirkan dua narasumber, PLT Kepala Bidang Rehabilitasi sosial Dinas Sosial, Suhartiniy dan Rahmat mappatoba selaku Kepala bidang Pengendalian Bantuan Jaminan kesejahtraan Sosial.

Kartini berharap semua pihak bisa ikut berkontribusi dalam memberikan pembinaan terhadap para pengemis dan gelandangan yang ada di jalanan.

“Kita melihat dalam aturan perda ini banyak sekali membahas tentang pembinaan, saya berharap semua pihak ikut andil dalam menjaga dan mengantarkan saudara kita yang sering terlihat di jalanan bisa ke jalan yang benar,” ujarnya.

“Masalah itu merupakan tanggung jawab semua pihak untuk diberikan pembinaan kepada anak jalanan agar generasi kita kedepan bisa terjaga,” ungkapnya.

Para peserta dan narasumber berfoto bersama.(IST)

Menurut Legislator Partai Perindo ini, ada sejumlah faktor yang memaksa para anak jalanan turun mengemis dan menjadi gelandangan hingga pengamen.

“Bahkan faktor kesejahteraan keluarga hingga faktor ekonomi. Makanya, yang harus bertanggung jawab bagaimana bisa mereka diberikan pekerjaan dan pembinaan,” cetus anggota Komisi D DPRD Makassar ini.

PLT Kepala Bidang Rehabilitasi sosial Dinas Sosial, Suhartiniy menyampaikan anjal adalah mereka yang beraktivitas di jalanan. Sehingga, memang perlu pengawasan dan kontrol dari pemerintah.

“Gelandangan sesuai perda ini yakni seseorang hidup tidak layak dan tidak memiliki pekerjaan. Gelandangan dan pengemis ini pindah-pindah,” jelasnya.(sat)