Persoalan banjir masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Kota Makassar saat musim hujan tiba. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pun terus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana ini.
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, mengungkapkan bahwa wilayah terdampak paling parah akibat banjir berada di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala.
“Kalau kita bicara banjir di Makassar, ada dua kategori — banjir di wilayah pusat kota dan banjir di daerah pinggiran. Yang paling parah itu di tiga kecamatan tersebut,” ujar Supratman, Selasa (6/5/2025).
Sebagai langkah konkret, legislator dari Partai NasDem ini mengusulkan pembangunan waduk baru di kawasan Blok 10, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Usulan tersebut, kata dia, juga muncul dari sejumlah anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 dan 4.
“Sudah ada beberapa aspirasi dari Dapil 3 dan 4 yang menyarankan pembangunan waduk, salah satunya di Blok 10 atau wilayah Kelurahan Katimbang. Ini perlu dibahas lebih lanjut,” ucapnya usai mengikuti Rapat Paripurna Kedua di Gedung DPRD Kota Makassar.
Menurut Supratman, pembuatan waduk merupakan solusi jangka panjang yang realistis dalam menghadapi risiko banjir yang kerap datang tidak hanya dari curah hujan lokal, tetapi juga kiriman air dari wilayah tetangga seperti Kabupaten Gowa.
“Kalau musim hujan berlangsung lama, air kiriman dari Gowa sangat berpengaruh. Di Kecamatan Manggala misalnya, meski hujan lokal tidak terlalu deras, tetap saja banjir bisa terjadi karena kiriman air dari hulu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa waduk-waduk eksisting saat ini sudah tidak mampu menampung volume air yang masuk ke Kota Makassar. Oleh karena itu, diperlukan waduk tambahan dengan posisi dan elevasi yang strategis, salah satunya di kawasan Blok 10 Antang.
“Waduk lama tidak cukup lagi menahan limpahan air. Harus dibangun waduk baru di bawah elevasi yang ada, seperti di Blok 10, agar air kiriman bisa tertampung sebelum masuk ke wilayah pemukiman,” tutup Supratman.
Selanjutnya, DPRD Makassar berencana mengonsultasikan usulan ini bersama pemerintah kota dan kementerian terkait guna mendorong realisasi pembangunan waduk sebagai bagian dari solusi penanggulangan banjir berkelanjutan.