Anggota DPRD Kota Makassar, Ir. H. A. Muchlis Misbah, menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2025/2026. Dalam keterangannya pada Rabu (18/6/2025), ia menyoroti berbagai hambatan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait sistem zonasi dan keterbatasan daya tampung.
Muchlis mengungkapkan, tahun ini skema PPDB telah diperluas menjadi empat jalur resmi, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Perubahan ini, menurutnya, merupakan penyempurnaan dari sistem sebelumnya, sekaligus tindak lanjut dari kasus tahun lalu di mana lebih dari 1.000 calon siswa tidak mendapatkan NISN karena tidak masuk ke sistem Dapodik.
“Kini Kementerian Pendidikan melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi PPDB, khususnya untuk memastikan semua jalur resmi ini dijalankan secara adil,” ujarnya.
Ia juga menyoroti ketidakseimbangan daya tampung antara jenjang SD dan SMP di Makassar. Misbah mendorong Dinas Pendidikan menambah kapasitas ruang belajar di sekolah negeri maupun swasta.
“Kalau perlu seperti di Bandung, satu kelas bisa menampung hingga 50 siswa. Kita juga bisa bantu sekolah swasta menampung siswa dari negeri tanpa menambah beban biaya, seperti skema di Jakarta,” terangnya.
Untuk solusi jangka panjang, ia mengusulkan pembangunan gedung sekolah bertingkat di kecamatan yang belum memiliki SMP, serta peningkatan fasilitas dan pemerataan kualitas di sekolah-sekolah pinggiran kota.
“Semua sekolah di Makassar harus menjadi sekolah unggulan, baik dari segi tenaga pengajar, fasilitas, hingga sarana pendukung lainnya,” tegas legislator dari Fraksi PPP ini.
Terkait maraknya isu “jalur belakang” atau jalur tidak resmi dalam PPDB, Muchlis menegaskan hanya empat jalur yang sah menurut aturan. Ia meminta agar oknum yang terbukti menyalahgunakan wewenang segera diberi sanksi tegas, termasuk kemungkinan pencopotan dari jabatan.
“Tidak boleh ada toleransi bagi pihak yang merusak integritas PPDB. Sanksi harus jelas agar menjadi efek jera,” pungkasnya.
Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak terfokus pada sekolah-sekolah favorit semata, mengingat banyak sekolah di Makassar kini memiliki kualitas yang semakin merata.