Makassar,INISULSEL.COM, – Dalam rangka membekali Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024 dengan pemahaman langsung mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Studi Lapangan di empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang berada di wilayah Makassar dan Sungguminasa. (24/06/25)
Sebanyak 165 CPNS melakukan kunjungan ke Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Lapas Kelas I Makassar, dan Rutan Kelas I Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian orientasi dan pembentukan karakter CPNS, yang bertujuan memperkenalkan kondisi riil lapangan serta membangun kesiapan mental, profesionalisme, dan wawasan para CPNS sebelum mereka resmi menjalankan tugas di unit masing-masing.
Selama kunjungan, para peserta diterima langsung oleh para pimpinan dan pejabat struktural masing-masing UPT. Mereka mendapatkan pemaparan mendalam mengenai sistem pembinaan narapidana, pengamanan, pelayanan kunjungan, administrasi tahanan, serta berbagai inovasi yang diterapkan, seperti penerapan sistem Bebas Peredaran Uang Tunai (BPU), kegiatan kerja produktif, serta layanan berbasis teknologi.
Di Lapas Narkotika dan LPP Sungguminasa, CPNS menyaksikan langsung proses pembinaan kemandirian seperti produksi makanan, kerajinan tangan, dan pelatihan keterampilan, yang diperuntukkan untuk mendukung reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sementara itu, di Lapas dan Rutan Makassar, CPNS diperkenalkan pada SOP pelayanan kunjungan, pola pengamanan, serta tata kelola administratif yang mendukung ketertiban dan pembinaan di dalam lapas.
Kegiatan ini turut diawasi dan didampingi langsung oleh para pendamping orientasi, serta mendapatkan perhatian dari jajaran struktural Kanwil, antara lain Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Muhammad Ali, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Ashari, dan Kabid Pelayanan dan Pembinaan, Yohanis Varianto.
Menurut Muhammad Ali, kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan biasa, namun wahana pembelajaran kontekstual yang penting untuk membentuk karakter ASN Pemasyarakatan.
“Kami ingin CPNS memahami bahwa tugas pemasyarakatan tidak hanya administratif, tapi menyangkut pembinaan manusia dan penegakan keadilan dengan pendekatan kemanusiaan,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan studi lapangan ini, CPNS diharapkan memiliki pemahaman utuh mengenai kompleksitas dan dinamika kerja di lapas dan rutan, serta mampu membangun semangat integritas dan profesionalisme sejak dini. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Kanwil dan seluruh UPT dalam menjalankan program pembinaan yang komprehensif dan bermartabat. (**)