Kakanwil Ditjenpas Sulsel Lakukan Penguatan Tusi di Dua Lapas Sungguminasa: Dorong WBK, Tekankan Akselerasi & Ketahanan Pemasyarakatan

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberikan penguatan tugas dan fungsi (tusi) kepada jajaran petugas di dua Unit Pelaksana Teknis (UPT), yakni Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa dan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. (08/07/25) Dok.ist

Gowa,INISULSEL.COM, — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberikan penguatan tugas dan fungsi (tusi) kepada jajaran petugas di dua Unit Pelaksana Teknis (UPT), yakni Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa dan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. (08/07/25)

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam rangka mengakselerasi pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta implementasi 6 Fungsi Pemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022, yang mencakup pelayanan, pembinaan, pembimbingan kemasyarakatan, pengamanan, perawatan, dan pengamatan.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan narkoba, serta sinergi dengan aparat penegak hukum (APH). Ia juga memberi peringatan tegas bahwa petugas yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba maupun judi online akan ditindak tegas, termasuk diproses hingga pemecatan.

Kakanwil juga menyoroti isu pemberitaan negatif atau viral yang kerap mencoreng citra Pemasyarakatan. Untuk itu, ia menginstruksikan agar Kalapas segera melakukan klarifikasi dan membangun relasi proaktif dengan awak media, serta melakukan koordinasi cepat bersama APH dalam menangani situasi krusial.

Dalam kunjungan ke Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Kakanwil secara khusus menyampaikan dukungan penuh terhadap satuan kerja tersebut yang tengah berproses menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2025. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga integritas, memperkuat budaya kerja profesional, serta menumbuhkan semangat pelayanan yang bersih dan responsif.

“WBK bukan sekadar penghargaan, tapi bentuk komitmen nyata terhadap perubahan birokrasi. Saya minta seluruh jajaran Lapas Perempuan untuk totalitas, solid, dan menjadikan integritas sebagai budaya kerja,” tegas Rudy.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak dan kebutuhan khusus bagi WBP perempuan, termasuk layanan kesehatan reproduksi, perhatian terhadap ibu hamil dan anak yang ikut dalam lapas, serta penguatan program pembinaan keterampilan yang berdampak langsung bagi kemandirian ekonomi pasca pidana.

Kakanwil juga mengingatkan soal penguatan kerja sama dengan INKOPASINDO, penyelesaian pendataan atribut dinas melalui aplikasi STAR ASN, serta partisipasi dalam Pameran Produk Unggulan WBP Nasional yang akan digelar di Ancol, Jakarta pada 9–11 Agustus 2025.

Sebagai penutup, Kakanwil memberikan arahan khusus kepada CPNS Tahun 2024, agar menjaga integritas dan tidak terpengaruh perilaku negatif. Para senior juga diminta membimbing dengan baik dan menjadi teladan, karena CPNS diibaratkan sebagai kertas putih yang belum ternoda.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh semangat, dan menjadi pengingat bahwa pemasyarakatan yang modern hanya bisa dibangun lewat kerja sama, integritas, dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat dan warga binaan.(**)

redaksi: