oleh

Kakanwil Tinjau Rutan Makassar, Tekankan Reformasi Layanan dan Antinarkoba

Makassar,INISULSEL.COM,— Dalam rangka mendorong kinerja pemasyarakatan yang lebih tangguh, profesional, dan berintegritas, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, melakukan kunjungan kerja ke Rutan Kelas I Makassar. Kegiatan ini meliputi pemantauan pelaksanaan tes urine, serta penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi (tusi) kepada seluruh jajaran pegawai. Kamis (10/07/2025)

Kakanwil hadir bersama Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Kabid Pelayanan dan Pembinaan, serta Kabid Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal. Turut hadir Karutan Makassar, para pejabat struktural, dan seluruh petugas Rutan.

Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan bahwa Rutan harus menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mendukung Asta Cita Presiden, terutama pada sektor ketahanan pangan dan inovasi layanan. Inovasi yang berdampak pada kepuasan masyarakat, keluarga WBP, dan WBP sendiri akan turut membangun citra positif Pemasyarakatan di mata publik.

“Demi menyukseskan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Asta Cita Presiden dalamhal ketahanan pangan, maka saya menghimbau agar Rutan Makassar dapat mengembangkan sektor ketahanan pangan,” tutur Rudy.

Untuk peningkatan kapasitas petugas, khususnya P2U, Kakanwil menekankan pentingnya pelaksanaan pembinaan fisik, mental, dan disiplin (FMD) sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan integritas petugas di lapangan.

Ia juga menekankan implementasi 6 Fungsi Pemasyarakatan berdasarkan UU No. 22 Tahun 2022, serta penerapan deteksi dini gangguan kamtib, yang harus dilakukan secara menyeluruh—mewaspadai orang, barang, tempat, dan waktu rawan.

Terkait potensi pemberitaan negatif, Kakanwil mengingatkan agar Rutan selalu proaktif membangun relasi positif dengan media, melakukan klarifikasi cepat, dan menjaga sinergi dengan aparat penegak hukum (APH). “Kita tidak bisa mencegah berita muncul, tapi kita bisa mengelola narasi secara bijak,” ujarn Rudy.

Lebih lanjut, ia menyampaikan arahan Dirjenpas tentang pentingnya segera menjalin kerja sama dengan INKOPASINDO untuk pembentukan koperasi, serta menyiapkan keikutsertaan pada Pameran Produk Unggulan WBP Nasional di Ancol, Jakarta pada 9–11 Agustus 2025.

Kegiatan ditutup dengan pemantauan tes urine terhadap 164 pegawai dan 30 warga binaan yang dilakukan oleh tenaga medis dari Rutan dan Kanwil Ditjenpas Sulsel. Seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif. Tes urine ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penguatan deteksi dini di lingkungan rutan.

“Penguatan kinerja pemasyarakatan tidak bisa ditunda. Ketahanan pangan, layanan berbasis inovasi, dan budaya kerja berintegritas harus kita dorong dari sekarang,” tegas Rudy.

Kegiatan berjalan lancar, penuh semangat, dan mencerminkan sinergi kuat antara pengawasan, pelayanan, serta pengembangan sumber daya di lingkungan Rutan Kelas I Makassar.(**)