Besok, Pemkot Makassar Mulai Salurkan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

MAKASSAR, Inisulsel.com– Pemerintah Kota Makassar resmi merealisasikan program prioritas di sektor pendidikan dengan menyalurkan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun ajaran 2025/2026.

Penyaluran tahap awal ini menyasar delapan sekolah, dengan total 1.000 pasang seragam dibagikan. Program ini merupakan bagian dari visi besar “MULIA” yang diusung Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham sebagai bentuk keberpihakan pada rakyat, khususnya dalam meringankan beban ekonomi keluarga siswa.

Penyerahan simbolis dilakukan di SMP Negeri 3 Makassar dan disaksikan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Di saat bersamaan, distribusi juga berlangsung di tiga SMP lainnya—SMPN 40, SMPN 46, dan SMPN 48—serta empat SD, yaitu SD Aroepala, SD Sambung Jawa, SD Lariang Bangi, dan SD Gunung Sari Baru.

“Besok penyerahan simbolis dilakukan di empat sekolah, yaitu SMP 3, SMP 46, SD Sambung Jawa, dan SD Lariang Bangi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, Minggu (20/7/2025).

Achi menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu janji politik pasangan Munafri–Aliyah yang kini diwujudkan sebagai langkah nyata dalam menciptakan akses pendidikan yang setara dan bebas hambatan ekonomi.

“Program ini bagian dari visi besar MULIA untuk memastikan tidak ada anak di Makassar yang gagal sekolah hanya karena tak mampu beli seragam,” ujarnya.

Distribusi seragam dilakukan langsung oleh Dinas Pendidikan ke sekolah-sekolah secara bertahap untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran. Tahap awal difokuskan pada siswa baru di SMP dan akan terus diperluas ke seluruh SD dan SMP negeri se-Kota Makassar.

Rencananya, pada peringatan Hari Anak Nasional, 23 Juli 2025, program ini akan kembali dilanjutkan dengan penyaluran ke sejumlah sekolah tambahan.

Lebih dari sekadar bantuan perlengkapan sekolah, program ini diyakini dapat mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah serta menumbuhkan semangat belajar para siswa.

“Pendidikan adalah hak semua anak, dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Achi.

redaksi: