
Makassar, Inisulsel.com — Pemerintah Kota Makassar secara resmi membuka proses seleksi terbuka (lelang jabatan) untuk mengisi sembilan posisi jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Lelang jabatan ini dibuka untuk umum dan dapat diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari seluruh Indonesia yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Adapun sembilan jabatan yang dilelang, yakni:
- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD)
- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)
- Kepala Dinas Pemadam Kebakaran
- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
- Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan
- Direktur Utama RSUD Daya Makassar
- Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar
Sekretaris Daerah Kota Makassar yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Seleksi, Dr. H. Andi Zulkifly, M.Si, menyampaikan bahwa pembukaan seleksi ini merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi, serta untuk menjamin profesionalisme, kompetensi, dan integritas dalam pengisian jabatan strategis di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
“Seleksi terbuka ini menjadi ajang pencarian figur-figur terbaik bangsa yang siap mengabdi di Makassar. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kompetisi yang sehat dan terbuka,” tegas Andi Zulkifly.
Proses seleksi akan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, penulisan makalah, uji kompetensi/assessment, wawancara akhir, hingga penetapan tiga besar nama terbaik untuk masing-masing jabatan. Panitia seleksi akan mengumumkan tahapan lengkap dan waktu pelaksanaan melalui laman resmi Pemerintah Kota Makassar.
Diharapkan, seluruh rangkaian proses seleksi dapat selesai paling lambat akhir September hingga awal November 2025, agar jabatan-jabatan tersebut segera dapat diisi oleh pejabat definitif.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen Wali Kota Makassar dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif, responsif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan kota secara berkelanjutan.


