
MAKASSAR, Inisulsel.com — Wali Kota Makassar menegaskan pentingnya pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara sehat, transparan, dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kota sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menerima jajaran direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Kota Makassar di ruang kerjanya. Pertemuan ini menjadi forum dialog terbuka untuk membahas capaian kinerja, tantangan yang dihadapi, serta arah pengembangan BPR ke depan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran direksi sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga stabilitas keuangan BPR, dengan capaian aset yang kini mencapai Rp25 miliar. Menurutnya, capaian tersebut merupakan fondasi penting untuk melangkah lebih jauh dalam memperkuat peran BPR di tengah masyarakat.
Namun demikian, Wali Kota juga menekankan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas harus diiringi dengan keberanian berinovasi. Ia mendorong direksi baru untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta menghadirkan produk dan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“BUMD bukan sekadar institusi keuangan, tetapi juga instrumen pembangunan. Karena itu, saya ingin BPR hadir sebagai mitra strategis yang benar-benar mampu memberi kontribusi nyata bagi perekonomian Kota Makassar, serta menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk bergerak maju,” ujarnya.
Wali Kota menambahkan, keberadaan BPR diharapkan tidak hanya berorientasi pada profit, melainkan juga memiliki dampak sosial dengan membuka akses pembiayaan yang inklusif bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Dengan demikian, BPR dapat berperan aktif mendukung tumbuhnya wirausaha baru dan menciptakan lapangan kerja.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara Pemerintah Kota dan jajaran direksi BPR untuk memperkuat sinergi, agar keberadaan BUMD semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.


