Dorong Profesionalisme Petugas, Kanwil Ditjenpas Sulsel Perkuat Tusi dan Disiplin ASN di Lapas Takalar

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan terus berkomitmen mendorong peningkatan profesionalisme dan integritas petugas pemasyarakatan. Melalui Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Muhammad Ali, Kanwil Ditjenpas Sulsel melaksanakan kegiatan penguatan tugas dan fungsi (tusi) serta sosialisasi tata cara penjatuhan hukuman disiplin bagi pegawai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar.Rabu (22/10/ 2025). Dok.ist

Takalar,INISULSEL.COM, — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan terus berkomitmen mendorong peningkatan profesionalisme dan integritas petugas pemasyarakatan. Melalui Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Muhammad Ali, Kanwil Ditjenpas Sulsel melaksanakan kegiatan penguatan tugas dan fungsi (tusi) serta sosialisasi tata cara penjatuhan hukuman disiplin bagi pegawai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar.Rabu (22/10/ 2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Kanwil Ditjenpas Sulsel dalam memperkuat tata kelola kepegawaian di lingkungan Pemasyarakatan. Dalam arahannya, Muhammad Ali menegaskan pentingnya pemahaman tusi sebagai dasar utama bagi setiap petugas dalam melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran semakin memahami perannya masing-masing, bekerja dengan profesional, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Muhammad Ali.

Ia juga menekankan pentingnya niat baik dalam bekerja, karena niat yang tulus akan melahirkan keikhlasan dan semangat untuk memberikan kinerja terbaik. “Niat baik diwujudkan dengan menjalankan tugas secara profesional serta sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mari bersama-sama membawa Lapas Takalar ke arah yang lebih baik, menjadi petugas Pemasyarakatan yang berkarakter dan berpendirian tegas,” tambahnya.

Selain memberikan penguatan tusi, Muhammad Ali turut menyosialisasikan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang tata cara penjatuhan hukuman disiplin bagi pegawai. Ia memaparkan kewajiban dan larangan bagi ASN, serta jenis-jenis hukuman disiplin yang dapat diterapkan. “Jaga integritas, bekerja dengan profesional, dan berikan kinerja terbaik. Kinerja yang baik akan menghasilkan karier yang baik pula,” tegasnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Mansur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tim Kanwil Ditjenpas Sulsel. “Kami berharap penguatan dan motivasi yang diberikan dapat memantik semangat seluruh petugas untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam bekerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel, Rudy Fernando Sianturi, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan tusi dan sosialisasi hukuman disiplin merupakan bagian dari komitmen Kanwil dalam membangun sumber daya manusia Pemasyarakatan yang tangguh dan berintegritas.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Kabag TU bersama tim dalam memberikan penguatan langsung kepada jajaran di UPT. Upaya ini menjadi wujud nyata pembinaan internal yang berkelanjutan agar setiap petugas memahami perannya, disiplin dalam bekerja, dan selalu menjunjung nilai-nilai profesionalisme,” ujar Rudy Fernando Sianturi.

Ia menegaskan bahwa Kanwil Ditjenpas Sulsel akan terus melakukan pendampingan dan penguatan serupa di seluruh UPT Pemasyarakatan di wilayahnya, guna mewujudkan tata kelola organisasi yang akuntabel dan berintegritas.(**)

redaksi: