MAKASSAR,INISULSEL.COM, – Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2026–2030, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung bersama jajaran pengurus PORDI Sulsel. Pelantikan berlangsung di MaxOne Hotel Makassar, Rabu (21/1/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, unsur Forkopimda Sulawesi Selatan, Ketua Harian KONI Sulsel Chalik Suang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Suherman, serta para Ketua Pengurus Daerah (Pengda) PORDI se-Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Ketua PORDI Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dari tingkat provinsi hingga ke akar rumput.
Ia menargetkan terbentuknya struktur PORDI hingga tingkat desa, dusun, bahkan RW melalui pembentukan “Gardu Domino” sebagai basis pembinaan atlet dan penguatan sosial kemasyarakatan.
“Organisasi tidak akan besar tanpa konsolidasi. Kita ingin PORDI hadir sampai tingkat paling bawah, menjadi wadah olahraga, silaturahmi, sekaligus penguatan keamanan dan sosial di lingkungan masyarakat,” ujar IAS.
IAS juga menyampaikan bahwa PORDI Sulsel akan segera menggelar rapat kerja untuk menyusun program prioritas, termasuk rencana penyelenggaraan Liga Domino Sulawesi Selatan yang akan digelar dalam lima seri setiap tahun. Hasil liga tersebut akan menjadi dasar seleksi atlet untuk mewakili Sulsel di ajang nasional.
Politisi senior Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya regulasi pertandingan yang ketat, termasuk pengawasan wasit dan upaya meminimalkan praktik kode-kode permainan yang tidak sportif.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar terhadap pengembangan PORDI.
Ia berharap domino semakin diterima sebagai olahraga yang mengasah kecerdasan dan strategi, sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini melekat.
“Domino bukan sekadar permainan, tetapi olahraga strategi yang mengasah otak. Pemerintah Kota Makassar siap mendukung, bahkan kami berharap event-event besar PORDI bisa dilaksanakan di Makassar,” kata Munafri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menilai domino memiliki nilai sosial yang kuat jika dikelola secara profesional dan beretika.
“Domino bisa menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat, membangun sportivitas, serta menyalurkan bakat generasi muda. Kami di Pemerintah Kota Makassar tentu mendukung upaya PORDI dalam menjadikan domino sebagai olahraga yang positif dan berprestasi,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung dalam sambutannya menegaskan bahwa PORDI sejak berdiri pada 2019 berkomitmen menghilangkan praktik judi dalam permainan domino.
Ia menjelaskan bahwa PORDI memiliki prinsip 4N + 1T, yakni No Judi, No Narkoba, No Alkohol, No Smoking, dan Tertib Ibadah.
“Domino yang dipertandingkan PORDI adalah olahraga resmi, profesional, dan beretika. Tidak ada judi. Jika ada, itu bukan PORDI,” tegas Andi Jamaro Dulung.
Ia juga mengapresiasi kerja panitia dan tim formatur yang dalam waktu singkat berhasil menyusun kepengurusan dari sekitar 500 nama menjadi 200 pengurus yang dilantik dan dikukuhkan.
Dengan pelantikan ini, PORDI Sulawesi Selatan menargetkan diri menjadi barometer perkembangan olahraga domino di Indonesia, baik dari sisi pembinaan atlet, tata kelola organisasi, maupun kontribusi sosial di tengah masyarakat.(**)