
MAKASSAR, INISULSEL.COM,- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mempertegas komitmennya dalam membangun kota yang lebih sehat dan tertata melalui program unggulan Iuran Sampah Gratis. Kebijakan ini dirancang bukan sekadar untuk meringankan beban finansial warga, namun sebagai langkah strategis dalam menciptakan kesadaran kolektif terhadap kebersihan lingkungan.
Program ini dinilai sebagai terobosan nyata dalam menjawab keresahan warga Makassar yang mendambakan pemukiman yang asri, terutama di wilayah lorong-lorong kota yang selama ini menjadi tantangan utama pengelolaan limbah rumah tangga.
Menanggapi program tersebut, pengamat sekaligus akademisi, Prof. Dr. Abdullah Abd Thalib, M.Ag., memberikan apresiasinya. Menurutnya, langkah yang diambil Munafri Arifuddin merupakan wujud kepemimpinan yang berbasis pada empati dan cinta kepada masyarakat.
“Program Iuran Sampah Gratis adalah wujud cinta kepemimpinan Munafri Arifuddin kepada warga Makassar yang mendambakan kota bersih dan bermartabat,” ujar Prof. Abdullah saat dihubungi media, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini memiliki filosofi yang dalam, di mana pemerintah hadir untuk memberikan solusi konkret yang menyentuh langsung aspek kehidupan sehari-hari masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Lebih lanjut, Prof. Abdullah menekankan bahwa gratisnya iuran sampah bukan berarti masyarakat lepas tangan terhadap kebersihan. Sebaliknya, program ini justru diharapkan menjadi stimulus bagi warga untuk lebih aktif menjaga estetika lingkungan mereka sendiri.
“Dengan cinta pada lingkungan, program unggulan ini menghadirkan kebijakan yang meringankan beban masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian kolektif,” lanjutnya.
Optimisme pun mencuat bahwa program ini akan mengubah wajah Makassar menjadi lebih hijau dan nyaman. Transformasi kota yang dimulai dari pengelolaan sampah yang terintegrasi dan pro-rakyat diyakini akan membawa harapan baru bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan.
Menutup keterangannya, Prof. Abdullah menegaskan bahwa efektivitas kepemimpinan diukur dari keberanian mengambil kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan lahir dan batin warga.
“Melalui Iuran Sampah Gratis, cinta bukan sekadar kata, tetapi aksi nyata membangun Makassar yang tertata, hijau, dan penuh harapan,” ungkap Prof. Abdullah.
Lebih lanjut Prof. Abdul menambahkan “Singkatnya, program ini menjadi langkah konkret untuk Munafri Arifuddin dalam menata Kota Makassar dari level akar rumput. Dengan menghilangkan beban iuran sampah, pemerintah tidak hanya membantu ekonomi warga, tetapi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkolaborasi mewujudkan kota yang bersih dan bermartabat sebagai wujud nyata pengabdian kepada daerah,” pungkasnya.(**)


