Dari Altar ke Balai Kota, Firmes Nosioktavian Usung Peran Aktif Pemuda Kristen di Makassar

Firmes Nosioktavian, calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Makassar Dok.ist

MAKASSAR,INISULSEL.COM, — Makassar tidak sekadar dikenal sebagai kota pelabuhan atau gerbang Indonesia Timur. Bagi warga yang lahir, tumbuh, dan berkarya di kota ini, Makassar adalah rumah yang terus berbenah menuju kota berkelas dunia. Namun, pembangunan fisik semata dinilai belum cukup tanpa diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kondisi ini menjadi perhatian kalangan pemuda, termasuk dari komunitas Kristen. “Sudah sejauh mana pemuda Kristen mengambil peran dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) kota kita?” ujar Firmes Nosioktavian, calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Makassar, Rabu (26/3/2026).

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Makassar periode 2024–2025 berada di atas angka 83 dengan kategori “sangat tinggi”. Meski demikian, tantangan seperti kesenjangan keterampilan dan pengangguran terbuka di kalangan lulusan baru masih menjadi pekerjaan rumah.

Di sisi lain, komunitas Kristen yang diperkirakan mencapai 12–14 persen populasi Makassar dinilai memiliki potensi besar. Banyak pemuda aktif di kampus, organisasi kepemudaan, maupun kegiatan gereja serta memiliki literasi digital yang baik. Namun, kontribusi tersebut dinilai masih terbatas di ruang internal.

“Energi ini sering hanya terserap di ruang-ruang internal gereja ‘di balik altar’, sehingga kontribusinya di ruang publik belum optimal,” kata Firmes.

Program kepemudaan gereja di Makassar, mulai dari pelatihan vokal hingga seminar rohani dan pengembangan keterampilan, dinilai telah membentuk karakter dan spiritualitas. Namun, diperlukan tindak lanjut dalam bentuk aksi nyata di masyarakat.

Firmes mendorong keterlibatan aktif pemuda Kristen dalam isu-isu perkotaan, seperti advokasi kebijakan publik, perlindungan kelompok rentan, hingga pengembangan program berbasis masyarakat.

“Nilai-nilai integritas yang kita pelajari di altar harus tampak dalam cara kita bekerja sama dengan pemerintah dan elemen masyarakat lain,” ujarnya.

Seiring transformasi Makassar menuju kota pintar (smart city), peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Pemuda Kristen diharapkan berperan aktif dalam menangkal hoaks serta menyebarkan narasi damai di ruang digital.

Salah satu gagasan yang diusung adalah pembentukan “Rumah Belajar Digital” di setiap kecamatan. Program ini dirancang terbuka bagi masyarakat umum sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas SDM. “Pemuda Kristen harus beralih dari sekadar konsumen teknologi menjadi kreator,” kata Firmes.

Pemerintah Kota Makassar melalui berbagai organisasi perangkat daerah telah membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan UMKM pemuda. Namun, partisipasi pemuda Kristen secara institusional dinilai masih belum maksimal.

Melalui GAMKI, Firmes berencana mendorong pembentukan inkubator bisnis pemuda yang menghubungkan jaringan gereja dengan pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha. Program ini diharapkan mampu mendorong kewirausahaan serta mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat.

Firmes menegaskan bahwa peran pemuda Kristen dalam pembangunan tidak dimaksudkan sebagai upaya eksklusif, melainkan kontribusi bagi masyarakat luas.

“Saya tidak ingin pemuda Kristen hanya dikenal sebagai ‘kelompok minoritas yang baik dan rajin ke gereja’. Saya ingin kita dikenal sebagai aktor utama pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. “Sinkronisasi peran pemuda Kristen bukanlah upaya untuk melakukan kristenisasi, melainkan kontribusi nyata bagi rumah bersama,” katanya.

Dengan latar belakang pengalaman di organisasi kepemudaan dan kegiatan sosial lintas iman, Firmes menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua DPC GAMKI Kota Makassar.

“Saya mengajak seluruh pemuda Kristen, lintas gereja dan organisasi, untuk bergerak bersama. Mari kita buktikan bahwa dari altar lahir pemimpin yang tidak hanya pandai berdoa, tetapi juga cakap berkarya. Makassar Maju, Pemuda Kristen Unggul, GAMKI Beraksi,” pungkasnya.(**)

redaksi: