MAKASSAR,INISULSEL.COM,-Di Rumah Aspirasi Anak Rakyat Jl. AP. Pettarani No. 5 C, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.Minggu (28 Juni 2026).
Ketimpangan antar wilayah, kesenjangan kualitas pendidikan, serta akses layanan kesehatan yang belum merata masih menjadi kendala, sehingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia belum tercapai dan dikatakan berhasil dalam membangun kualitas hidup penduduknya.
Sebagai indikator utama, peran Pemerintah bersama Anggota Legislatif melalui program pemasyarakatan Undang-Undang menjadi salah satu yang bisa diharapkan dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia berbasis wilayah Sosialisasi dan Serap Aspirasi langsung dengan masyarakat.
Anggota MPR/DPR-RI Fraksi Partai NasDem periode 2024-2029, Rudianto Lallo mendorong agar pemerataan kualitas hidup masyarakat menjadi prioritas utama yang harus ditingkatkan, agar berbagai masalah dapat terurai dan diselesaikan.
Ia mengatakan, “Dengan mendorong kualitas hidup yang layak, maka harapan hidup itu ada dan terbuka, masyarakat bisa sejahtera, dan kita dapat memutus rantai kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketimpangan sosial, dan meningkatkan kualitas demokrasi”, ucapnya.
Rudianto Lallo sebagai Anggota Komisi III DPR-RI, dalam pemaparannya mengatakan soal pentingnya ada transformasi Indeks Pembangunan Manusia berbasis Empat Pilar Kebangsaan.
Ia menilai, “Tantangan pemerintah dan DPR dalam mengawal kebijakan harus bisa memenuhi dua aspek sekaligus, yaitu aspek kualitas dan kuantitas program yang harus merata. Itulah mengapa pentingnya menanamkan Nilai-Nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu wilayah”, terangnya.
Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa, “Kesejahteraan Masyarakat dapat mengurangi angka kejahatan akibat ekonomi. Oleh sebab itu, keberhasilan program pemerintah hanya dapat ditopang oleh kualitas Sumber Daya Manusia yang baik, karena hal tersebut akan berdampak terhadap meningkatnya kesadaran politik dan hukum masyarakat”, tutupnya.(**)