Melinda Aksa Minta TPS 3R Karunrung Jadi Pusat Pengolahan Sampah Organik

MAKASSAR,inisulsel.com- Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa mengunjungi lokasi pembangunan TPS 3R di Jalan Talasalapang, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Senin (4/8/2026).
‎
‎Kunjungan Melinda tersebut dalam rangka memantau pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut, sekaligus melihat peluang lokasi itu dijadikan pusat pengolahan sampah organik.
‎
‎Dalam kunjungan itu, Melinda turut didampingi anggota Dewan Lingkungan Hidup Marini Ambo Wellang.

Hadir juga Camat Rappocini Yudistira Eka Nugraha.
‎
‎Menyambut kunjungan tersebut, hadir Lurah Karunrung Mahadin Moh Astari bersama pengurus RT/RW.
‎
‎Lurah Karunrung Mahadin Moh Astari mengatakan, dalam kunjungan tersebut Melinda mendorong penyempurnaan perlengkapan sarana dan prasarana fasilitas TPS 3R.
‎
‎Ia mengungkapkan, Melinda juga mendorong tempat tersebut nantinya dikembangkan menjadi pusat pengolahan sampah organik.
‎
‎”Kalau sentra tukar sampah untuk sampah anorganik, kalau itu jadi sentra untuk penukaran sampah organik warga,” jelas Mahadin saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).
‎
‎Mahadin mengungkapkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya menyampaikan perkembangan terbaru pembangunan, sekaligus terkait kebutuhan penimbunan di beberapa titik timbulan sampah di lokasi itu.
‎
‎”Kami sampaikan ke Ibu bahwa kami di sini belum bisa sampai ke belakang karena masih goyang itu, tanahnya tidak padat itu dia punya jalan,” jelasnya.
‎
‎Mahadin menjelaskan, setelah dari TPS 3R, Melinda kemudian mengunjungi RW 004 yang mengembangkan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.
‎
‎Di sana, Melinda melihat pengelolaan sampah dengan biodigester, kompos, maggot, eco enzyme, dan ecobrick.
‎
‎Melinda menyampaikan apresiasi dan mendorong pengelolaan tersebut dapat terus dikembangkan.
‎
‎”Ibu apresiasi bahwa ada orang-orang pemerhati, yang peduli pada lingkungan, mengembangkan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan,” ucapnya.
‎
‎Selain itu, Melinda meminta RW 004 menjadi percontohan dan tempat belajar bagi wilayah lain untuk mengembangkan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
‎
‎”Kita bisa inventarisir untuk bagaimana kemudian kalau ada orang yang mau belajar, kita arahkan ke titik-titik itu,” jelasnya.
‎
‎Sementara itu, Ketua RW 004 Kelurahan Karunrung, Syamsiah mengatakan, pengelolaan sampah tersebut berada di bawah naungan Bank Sampah RW 004.
‎
‎Ia mengungkapkan, pengelolaan sampah menggunakan biodigester saat ini baru ada tiga di Kota Makassar.
‎
‎Biodigister adalah mesin yang mengubah sampah organik menjadi gas.
‎
‎”Ada takaran campuran kotoran sapi dan sampah organik yang dicampur sehingga menjadi gas,” jelasnya.
‎
‎Adapun pengelolaan sampah menjadi kompos, eco enzyme, dan ecobrick terus berlangsung hingga kini.
‎
‎Syamsiah mengatakan, pengelolaan tersebut merupakan hasil swadaya warga, RT/RW, termasuk anak muda di lingkungan tersebut.
‎
‎”Sampai sekarang masih terus kita kelola, hasil berbagai produk itu tadi, bersama warga dan anak muda di sini,” ucapnya.
‎
‎Syamsiah pun mengaku siap menjadi tempat pembelajaran dan percontohan bagi daerah lain terkait pengelolaan sampah di lingkungan.
‎
‎”Kami siap di sini, terbuka, sebagaimana arahan Ibu Melinda jika ada yang mau berkunjung ke sini,” jelasnya.

 

redaksi: