MAKASSAR,INISULSEL.COM, — Pemerintah Kota Makassar kembali menunjukkan eksistensinya dalam menghidupkan ruang-ruang seni dan budaya melalui Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Semangat itu terasa dalam program Attayang Sunset, yang menjadi bagian dari rangkaian Fashion & Fusion di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (12/9/2026).
Menghadirkan beragam pertunjukan yang mengangkat kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat, Attayang Sunset tidak hanya menjadi hiburan sore menjelang matahari terbenam. Panggung budaya tersebut juga menjadi ruang bertemunya tradisi, ekspresi artistik dan semangat kebersamaan warga Makassar.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Paduan Suara Harmony 93. Kelompok vokal yang beranggotakan alumni sekolah angkatan 1993 dari barisan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Bupati Barru Ina Kartika Sari itu tampil membawa warna tersendiri di tengah suasana Pantai Losari.
Penampilan Harmony 93 turut disaksikan langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Melinda Aksa. Turut hadir langsung Bupati Barru Ina Kartika Sari yang tidak sekadar menyaksikan penampilan tersebut, tetapi juga ikut bernyanyi bersama Paduan Suara Harmony 93.
Momen itu sontak menambah kehangatan suasana di panggung Attayang Sunset. Ina Kartika Sari larut bersama para alumni angkatan 1993 saat Harmony 93 membawakan sejumlah lagu, menciptakan suasana akrab dan penuh kebersamaan di tengah panorama senja Pantai Losari.
Harmony 93 membawakan sejumlah lagu, mulai dari “Pakarenaya”, “Butta Kalassukang”, hingga lagu populer “Inikah Cinta”. Perpaduan suara para alumni angkatan 1993 tersebut sukses membangun suasana hangat sekaligus menghidupkan panggung Attayang Sunset.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi penampilan Harmony 93 yang dinilainya mampu menghadirkan suasana berbeda dalam rangkaian Attayang Sunset. Menurutnya, ruang seni dan budaya seperti ini penting untuk terus dihidupkan karena tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas, kebersamaan dan identitas budaya.
“Harmony 93 menunjukkan bahwa semangat dan kebersamaan yang dibangun sejak dulu tetap bisa hadir dan memberi warna di tengah masyarakat. Ini menjadi bagian dari bagaimana kita terus menghidupkan ruang-ruang kebudayaan di Kota Makassar,” ujar Munafri.
Sementara itu, Bupati Barru Ina Kartika Sari yang ikut bernyanyi bersama Harmony 93 mengaku menikmati momen tersebut. Kehadiran di tengah para alumni angkatan 1993 menjadi suasana yang penuh nostalgia sekaligus mempererat kebersamaan.
“Senang sekali bisa kembali bernyanyi bersama teman-teman. Ada rasa nostalgia, ada kebahagiaan, dan yang paling penting adalah kebersamaan yang tetap terjaga sampai hari ini,” ujar Ina Kartika Sari.
Kehadiran para tokoh daerah dalam penampilan tersebut memberi warna tersendiri. Harmony 93 tidak hanya tampil sebagai kelompok paduan suara, tetapi juga menghadirkan kembali semangat persahabatan dan kebersamaan yang telah terbangun sejak masa sekolah.
Penampilan itu menjadi gambaran bahwa ikatan yang lahir dari sebuah angkatan dapat terus tumbuh dan menemukan ruang baru dalam kegiatan seni dan kebudayaan. Musik menjadi jembatan yang mempertemukan kenangan masa lalu dengan suasana kekinian di ruang publik Kota Makassar.
Di panggung yang sama, Attoeng Bunga Tonjo turut menghadirkan pertunjukan yang mengangkat kearifan lokal. Konsepnya bercerita tentang kelembutan gerak dan ayunan kasih sayang seorang ibu, menghadirkan pesan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Barru Pride hadir sebagai sebuah perayaan artistik yang merefleksikan kebanggaan To Barru terhadap tanah kelahiran, identitas budaya, sejarah serta warisan intelektual yang tumbuh dan diwariskan lintas generasi.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bagaimana Attayang Sunset menjadi ruang yang mempertemukan berbagai ekspresi kebudayaan dalam satu panggung. Dari gerak tradisi, identitas daerah hingga harmoni suara, semuanya berpadu dengan suasana matahari terbenam di ikon wisata Kota Makassar.
Melalui program ini, Pemkot Makassar bersama Dinas Kebudayaan kembali memperlihatkan bahwa kebudayaan bukan sekadar sesuatu yang disimpan sebagai warisan, tetapi dapat terus dihidupkan, dipentaskan dan dinikmati bersama masyarakat.
Dan sore itu, ketika suara Harmony 93 menggema di Anjungan Pantai Losari dan Ina Kartika Sari ikut bernyanyi bersama, Attayang Sunset menjelma bukan sekadar pertunjukan. Ia menjadi ruang perjumpaan antara seni, budaya, persahabatan dan kenangan yang kembali hidup di bawah langit senja Kota Makassar.(**)