MAKASSAR,INISULSEL.COM, — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menyerahkan bantuan rakit bambu untuk mendukung penanganan dan pemanfaatan eceng gondok di Kecamatan Panakkukang, Rabu (23/9/2026).
Penyerahan tersebut berlangsung di kawasan Kanal Jalan Batua Raya yang memiliki potensi eceng gondok cukup melimpah. Tanaman yang selama ini memenuhi kawasan perairan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk bernilai ekonomi.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Panakkukang Syahril, Ketua TP PKK Kecamatan Panakkukang Nur Qalby Ahmad, Sekretaris Camat Panakkukang Rendra, para lurah se-Kecamatan Panakkukang, serta pengurus Dekranasda Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Melinda menyampaikan bahwa pemanfaatan eceng gondok merupakan salah satu upaya mengubah bahan yang selama ini dipandang sebagai limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
“Eceng gondok sering kali dianggap sebagai tanaman pengganggu yang memenuhi perairan. Namun, dengan kreativitas dan keterampilan, eceng gondok dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan nilai jual,” ujar Melinda.
Menurutnya, potensi eceng gondok yang tersedia di sepanjang Kanal Batua Raya menjadi peluang bagi masyarakat Panakkukang untuk mengembangkan berbagai produk kerajinan berbasis bahan alam.
Melinda menjelaskan, pemanfaatan tanaman tersebut tidak hanya terbatas pada produk kerajinan seperti tas, keranjang, dekorasi rumah, dan aksesori. Eceng gondok juga berpotensi diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak atau kayu, serta berbagai produk bermanfaat lainnya.
Dengan pemanfaatan tersebut, penanganan eceng gondok diharapkan tidak hanya membantu mengurangi tanaman yang memenuhi perairan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekitar.
“Inilah semangat yang ingin terus kita dorong melalui Dekranasda, yaitu bagaimana potensi yang ada di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi peluang, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Melinda berharap rakit bambu yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pendukung aktivitas pengumpulan eceng gondok, sehingga tanaman tersebut dapat dikelola lebih lanjut menjadi bahan baku produk kreatif yang ramah lingkungan.
Camat Panakkukang, Syahril, menyambut positif bantuan dan arahan yang diberikan oleh Ketua Dekranasda Kota Makassar. Ia menegaskan komitmen pihak kecamatan untuk mengawal keberlanjutan program ini.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Ibu Ketua Dekranasda Kota Makassar. Bantuan rakit bambu ini sangat membantu petugas dan warga kami dalam pembersihan kanal. Pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai jual ini juga solusi konkret—selain kanal jadi lebih bersih dan aliran air lancar, warga Panakkukang juga bisa memanfaatkannya untuk menambah penghasilan keluarga,” terang Syahril.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kecamatan Panakkukang, Nur Qalby Ahmad, menyatakan kesiapannya untuk menggerakkan kader PKK dan kelompok perempuan di wilayah Panakkukang dalam mengolah eceng gondok menjadi produk kreatif.
“Inisiatif dari Dekranasda Kota Makassar ini sangat sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi keluarga yang kami dorong di PKK. Kami akan memfasilitasi pelatihan bagi kader dan warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, agar keterampilan mengolah eceng gondok ini bisa berkembang menjadi UMKM baru yang produktif,” ungkap Nur Qalby Ahmad.
Ia juga mengajak para pengrajin dan pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, desain, kreativitas, kemasan, serta kemampuan pemasaran agar produk kerajinan yang dihasilkan memiliki daya saing.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Melinda bersama jajaran pemerintah kecamatan dan pengurus Dekranasda turut meninjau langsung kondisi Kanal Batua Raya serta menyaksikan penggunaan rakit bambu oleh petugas di tengah hamparan eceng gondok.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi eceng gondok sebagai bahan alam yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Panakkukang.(**)