
MAKASSAR,INISULSEL.COM, — Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menerima kunjungan studi tiru dari Pokja Bunda PAUD Kota Mataram dalam rangka berbagi praktik baik pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).
Rombongan dipimpin langsung Bunda PAUD Kota Mataram, Sitti Rujiah. Kunjungan diawali di TK Negeri Kecamatan Rappocini Makassar dan disambut Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, bersama jajaran, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, beserta pengurus serta Kepala Sekolah TK Negeri Rappocini, Zusanna Syarid dan para guru.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pembelajaran di TK Negeri Kecamatan Rappocini. Peserta menyaksikan berbagai aktivitas belajar dan bermain anak, termasuk kegiatan membaca buku yang difasilitasi melalui layanan Dinas Perpustakaan Kota Makassar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, studi tiru menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengembangan PAUD.
“Terima kasih atas kunjungannya. Studi tiru ini menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman dalam pengembangan pendidikan anak usia dini,” ujarnya.
Achi menjelaskan, TK Negeri Kecamatan Rappocini merupakan salah satu dari lima PAUD negeri yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar. Saat ini, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan TK negeri berikutnya untuk memperluas akses layanan PAUD berkualitas.
Menurutnya, pengembangan PAUD negeri di Makassar tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga penguatan pendidikan karakter dan keterlibatan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“PAUD untuk negeri di Kota Makassar sejatinya lebih kepada bagaimana pendidikan karakter. Kita memiliki beberapa sentra dan ke depan, PAUD yang sedang dibangun diharapkan lebih kompleks, bukan hanya sebagai sekolah, tetapi juga menjadi edukasi center bagi orang tua,” jelasnya.
Ia mencontohkan keberadaan ruang yang dikembangkan sebagai pusat edukasi keluarga di TK Negeri Kecamatan Rappocini. Salah satunya melalui konsep “Surga” atau Sudut Keluarga yang menjadi ruang interaksi dan edukasi bagi keluarga.
Sebagai kota yang mendapatkan predikat Kota Layak Anak, Achi menyebut penguatan layanan ramah anak menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Makassar. Berbagai inovasi dilakukan untuk memenuhi indikator pada klaster pendidikan, kesehatan, serta perlindungan anak.
“Anak-anak sejak dini sudah dilatih mengenal sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh. Ini merupakan salah satu upaya pencegahan kekerasan, khususnya kekerasan seksual,” katanya.
Menurut Achi, meningkatnya tren kasus kekerasan terhadap anak menjadi tantangan yang harus direspons melalui langkah pencegahan sejak dini. Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membangun pemahaman dan perlindungan anak.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, mengatakan Makassar dipercaya sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengembangan PAUD Holistik Integratif. Namun, pihaknya menyadari bahwa berbagai program yang telah dirintis masih terus membutuhkan penyempurnaan.
“Melalui pertemuan dan diskusi ini, kami berharap dapat belajar dan memperkaya diri dari pengalaman serta masukan berharga dari Bunda PAUD Kota Mataram dan jajarannya,” ujarnya.
Selama dua hari, kedua daerah akan berbagi informasi mengenai kebijakan, strategi PAUD HI, hingga pelaksanaan layanan PAUD Holistik Integratif. Titin berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kerja sama berkelanjutan.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Mataram, Sitti Rujiah, menyampaikan bahwa kunjungan ke Makassar dilakukan karena kota ini dinilai memiliki pengalaman dalam penerapan PAUD HI. Pihaknya ingin mempelajari secara langsung sistem dan praktik yang dapat diterapkan di Kota Mataram.
“Kami datang ke Makassar karena melihat Makassar menjadi salah satu pilot project PAUD HI. Di Mataram, PAUD HI belum berjalan dan kami baru akan memulainya. Karena itu, kami ingin belajar bagaimana pelaksanaan PAUD HI sebenarnya,” ungkapnya.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan referensi, termasuk prosedur dan strategi yang dapat diadaptasi untuk pengembangan PAUD HI di Kota Mataram. Menurutnya, penguatan PAUD HI juga menjadi salah satu kebutuhan dalam meningkatkan pemenuhan indikator Kota Layak Anak.
“Semoga setelah dari Makassar, kami bisa mengajak seluruh PAUD di Kota Mataram untuk menjadi PAUD HI. Saat ini Kota Mataram masih berada pada predikat Madya dan ada beberapa kategori yang perlu kami penuhi, salah satunya pengembangan TK HI,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala TK Negeri Kecamatan Rappocini, Zusanna Syarid turut memaparkan berbagai program dan praktik pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Pemaparan mencakup pengelolaan sentra, penguatan pendidikan karakter, pembiasaan positif bagi anak, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.
Pada hari pertama, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Sekolah Islam Athirah. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung proses pembelajaran serta memperoleh pemaparan mengenai praktik pembelajaran, pengelolaan sentra, kurikulum, dan pengembangan sekolah yang diterapkan pada Kelompok Bermain dan TK Islam Athirah.
Selain itu, rombongan juga mendapatkan pemaparan langsung terkait praktik pembelajaran, inovasi, program unggulan, pengelolaan sentra, penerapan kurikulum, penguatan karakter, serta strategi pengembangan satuan pendidikan yang disampaikan oleh Kepala TK Islam Athirah dan Kepala SD Islam Athirah.
Kunjungan studi tiru diharapkan memperkuat kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, holistik, integratif, dan ramah anak, sekaligus menjadi ruang berbagi inovasi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(**)


