BPBD Makassar Kerahkan 25 Mobil Tangki, 98 Ribu Warga di 9 Kecamatan Terlayani Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, distribusi air bersih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih. Dok.ist

MAKASSAR,INISULSEL,COM, — Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan ekstrem dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, distribusi air bersih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.

“Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 7.191.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.646 rukun tetangga (RT), 332 titik distribusi, serta sekitar 26.000 kepala keluarga (KK) atau 98.664 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, Jumat (9/10/2026).

Ia mengatakan penyaluran air bersih terus berjalan seiring dengan status tanggap darurat kekeringan yang ditetapkan di Kota Makassar.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan operasi kemanusiaan tersebut tetap berlangsung hingga kondisi kekeringan berangsur pulih.

“Untuk penanganan kondisi kekeringan di Kota Makassar, sesuai dengan status tanggap darurat, kami terus mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kegiatan ini,” ujarnya.

Fadli menjelaskan, pola distribusi air bersih tahun ini juga mengalami perubahan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Jika sebelumnya warga harus mengantre dengan membawa jeriken untuk diisi satu per satu dari mobil tangki, kini BPBD menempatkan tandon air di sejumlah lokasi terdampak yang telah melalui proses asesmen.

Keberadaan tandon tersebut memungkinkan masyarakat mengambil air secara mandiri, sekaligus mempercepat proses distribusi agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga dalam waktu yang lebih singkat.

“Dengan adanya tandon di lokasi-lokasi terdampak yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, efektivitas penyaluran meningkat,” tuturnya.

“Mobil tangki yang sebelumnya hanya bisa kembali sekitar dua kali sehari, sekarang bisa melakukan dua hingga tiga kali pengisian dalam sehari,” sambung Fadli.

Untuk mendukung operasi tersebut, BPBD Makassar mengerahkan 25 mobil tangki setiap hari disalurkan bagi warga di beberapa titik Kecamatan.

Dikatakan, masing-masing kendaraan memiliki kapasitas angkut sekitar 4.400 liter air dan dapat melakukan dua hingga tiga kali distribusi dalam sehari.

“Upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Makassar lewat BPBD dalam memberikan bantuan ke masyarakat menghadapi kesulitan air bersih selama musim kemarau,” ungkapnya.

Untuk kondisi saat ini, kata dia, BPBD mulai melihat perkembangan positif dari sejumlah sumber air. Pasokan dari Perumda Air Minum (PDAM) mulai meningkat, sementara beberapa sumur yang sebelumnya terdampak kekeringan kini kembali dapat dimanfaatkan.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kebutuhan distribusi air tangki di sejumlah wilayah. Meski demikian, bantuan tetap dilanjutkan untuk memastikan warga yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih tetap terlayani.

“Kami terus mendampingi dan berikan bantuan kepada masyarakat, sesuai arahan bapak Wali Kota, sampai kondisi kekeringan ini segera berakhir,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih, Fadli mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menghadapi kemarau panjang.

Keterbatasan air bersih berpotensi memengaruhi kebersihan lingkungan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

“Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga terus mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca dan potensi bencana,” tutup Fadli. (**)

redaksi: