Teknologi Ubah Perilaku Anak, Muchlis Misbah Minta Disdik Makassar Perkuat Pendidikan Karakter

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah. Dok.ist

MAKASSAR,INISULSEL.COM, – Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah, meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan karakter, akhlak, dan moral bagi siswa di sekolah.

Menurut Muchlis, perubahan perilaku generasi muda saat ini perlu menjadi perhatian bersama.

Politisi Partai Hanura ini menilai, kondisi anak muda sekarang berbeda dibandingkan sekitar 30 tahun lalu, salah satunya dipengaruhi perkembangan teknologi komunikasi yang membawa berbagai perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan moral sejak usia dini agar anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

“Selama saya bertugas di Komisi D, saya tidak berhenti selalu menyuarakan bahwa minta kepada Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Dinas Pendidikan, untuk memberikan perhatian khusus untuk pendidikan karakter, akhlak, dan moral kepada anak-anak,” ujar Muchlis.

Penguatan pendidikan karakter perlu diberikan melalui pembelajaran tambahan di sekolah. Menurutnya, jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) menjadi tahapan penting dalam membentuk karakter anak.

Muchlis menilai, pembentukan karakter akan lebih efektif apabila dimulai sejak usia dini. Sementara itu, ketika anak telah memasuki jenjang SMA, proses pembentukan karakter dinilainya memiliki tantangan tersendiri.

“Oleh karena itu, perlu memberikan pendidikan ekstra tambahan kepada anak-anak sekolah kita, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Meskipun SMA sudah agak sulit diubah di situ,” jelasnya.

Lebih lanjut, sejumlah kegiatan yang dahulu dikenal sebagai bagian dari pembinaan moral, seperti Pendidikan Moral Pancasila dan pesantren kilat, kini dinilainya tidak lagi terlihat seperti sebelumnya.

“Dulu kan masih ada Pendidikan Moral Pancasila, masih dikenal orang-orang pesantren kilat. Sekarang hampir dikatakan sudah tidak ada,” ungkapnya.

Muchlis menegaskan, pembinaan karakter perlu menjadi perhatian serius agar anak-anak memiliki pegangan moral dalam menghadapi perubahan lingkungan sosial dan perkembangan teknologi.

“Menjaga adalah memberikan pendidikan moral, pahala kepada anak-anak kita. Itu yang paling penting. Maksud saya, apa yang perlu diperhatikan? Tambahan jam belajarnya,” pungkasnya.(**)

redaksi: