
Makassar,Inisulsel.com – Tepat 100 hari masa kerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, Pemerintah Kota mulai memperlihatkan langkah konkret dalam mewujudkan program unggulan MULIA (Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).
Sejumlah program prioritas telah memasuki tahap pelaksanaan, sementara lainnya tengah dipersiapkan melalui penguatan regulasi, infrastruktur, serta penyesuaian dokumen strategis daerah.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menyampaikan bahwa 100 hari awal pemerintahan bukan untuk menuntaskan seluruh program, melainkan memastikan bahwa arah kebijakan sudah sesuai rencana. Salah satu fokus utamanya adalah finalisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang kini sudah diajukan ke Inspektorat untuk direview sebelum dibahas di DPRD.
“RPJMD ini adalah dasar pembangunan lima tahun ke depan, yang mengintegrasikan visi-misi kepala daerah, prioritas nasional, serta RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Salah satu proyek strategis yang masuk dalam RPJMD adalah pembangunan stadion baru di wilayah Untia. Proyek ini akan berjalan secara bertahap dalam skema multi-tahun.
Program Prioritas yang Mulai Bergerak:
1. Seragam Sekolah Gratis
Program bantuan seragam untuk siswa SD dan SMP negeri telah dianggarkan sebesar Rp11,49 miliar. Pemkot juga memberdayakan UMKM penjahit di seluruh kecamatan.
2. Bebas Iuran Sampah
Bagi warga kategori miskin ekstrem, Pemkot menyiapkan kebijakan pembebasan retribusi sampah. Aturan teknisnya tengah dirampungkan melalui Perwali/Perda.
3. Air Bersih Gratis
Sebanyak 2.000 rumah tangga berpenghasilan rendah dijadwalkan menerima sambungan PDAM secara gratis tahun ini.
4. Pembangunan Stadion Sepak Bola
Studi kelayakan, AMDAL, dan analisis lalu lintas menjadi prioritas awal pembangunan stadion modern, dengan anggaran Rp2,3 miliar di tahap pertama.
5. Program Jaminan Sosial “MULIA Berjasa”
Pemerintah mengalokasikan anggaran tambahan untuk peserta BPJS kategori PBI, perbaikan fasilitas Puskesmas, serta penguatan layanan Posyandu.
6. Makassar Super Apps
Aplikasi digital terpadu ini akan mengintegrasikan lebih dari 140 layanan publik dalam satu platform. Nama resmi dan peluncuran aplikasinya akan segera diumumkan oleh Wali Kota.
7. Makassar Creative Hub (MCH)
Fasilitas kreatif ini mulai dibangun di kawasan Pantai Losari, sementara co-working space di tingkat kecamatan juga tengah dirintis.
Meskipun beberapa program masih dalam tahap persiapan, Sekda Andi Zulkifly menegaskan bahwa realisasi awal dapat dimulai dalam waktu dekat, terutama jika regulasi dan penganggaran telah tuntas.
“Yang utama bukan kecepatan, tapi ketepatan dan kesinambungan. Kami membangun pondasi kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.


