
Pemerintah Kota Makassar telah mengumumkan tiga kandidat yang berhasil lolos dalam seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi A DPRD Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, menegaskan bahwa secara pribadi, ketiga calon tersebut memiliki kemampuan yang tidak perlu diragukan.
“Kita semua tahu, mereka adalah birokrat berpengalaman yang telah menapaki berbagai jenjang karier di pemerintahan,” kata Tri Sulkarnain pada Selasa (29/4/2025).
Tri menambahkan, ketiga calon Sekda sudah sangat familiar dengan tata kelola birokrasi karena telah mengemban sejumlah jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
“Sekarang yang menjadi penentu adalah Wali Kota memilih siapa yang paling tepat, bukan hanya dari sisi kapabilitas individu, tapi juga kemampuan berkolaborasi dan mendukung jalannya pemerintahan,” jelasnya.
Menurut legislator dari Fraksi Demokrat itu, tantangan terbesar bagi Sekda terpilih adalah mampu merespons dengan cepat serta menerjemahkan visi-misi Wali Kota ke dalam kebijakan konkret dan tindakan nyata.
“Apalagi nantinya Sekda akan bekerja sama dengan tim ahli yang sudah dibentuk oleh Pak Munafri. Sinergi yang baik antara Sekda dan tim ahli akan sangat menentukan keberhasilan pemerintahan,” tuturnya.
Mengenai hubungan kerja Sekda dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tri meyakini Wali Kota akan mempertimbangkan faktor sinergi dalam membentuk komposisi kabinetnya.
“Saya percaya Pak Appi akan sangat memperhatikan aspek kolaborasi. Penunjukan kepala OPD pun nantinya akan melibatkan Sekda definitif agar terjalin kerja sama yang solid,” ungkapnya.
Tri menegaskan, kriteria utama Sekda ke depan adalah kemampuan memahami dan mengimplementasikan visi serta arahan kebijakan kepala daerah secara efektif.
“Yang paling penting adalah sejauh mana Sekda mampu mewujudkan visi dan keinginan Wali Kota,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengumumkan tiga nama calon Sekda, yaitu Kepala Bappeda Makassar Andi Zulkifli Nanda, Kepala Pelaksana BPBD Achmad Hendra Hakamuddin, dan Sekretaris DPRD Kota Makassar Dahyal.


