oleh

DPRD Tekankan Disdik Ajukan Tambahan Daya Tampung Siswa ke Kemendikbud

-BERANDA-52 views

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, mendorong Dinas Pendidikan Kota Makassar agar segera mengajukan permohonan penambahan kuota rombongan belajar (rombel) ke Kementerian Pendidikan.

Ia menilai langkah ini sangat mendesak untuk mengatasi ketimpangan antara jumlah lulusan SD dan terbatasnya daya tampung SMP negeri di Kota Makassar. Setiap tahunnya, terdapat sekitar 25 ribu lulusan SD negeri, sementara daya tampung di SMP negeri hanya mampu menampung sekitar 13 ribu siswa. Akibatnya, sekitar 12 ribu siswa terancam tidak bisa masuk ke sekolah negeri.

“Masalah ini serius. Disdik harus bergerak cepat untuk meminta penambahan rombel dari Kementerian agar tidak ada anak yang terabaikan dalam sistem pendidikan,” ujarnya.

Ari menekankan bahwa sekolah tidak bisa menambah rombel secara mandiri karena aturan dari kementerian kini sangat ketat. Jika rombel ditambah tanpa persetujuan resmi, maka siswa tambahan tersebut tidak akan mendapatkan NISN dan berisiko tak bisa menerima ijazah saat lulus.

“Segala penambahan harus sesuai prosedur. Jika tidak, yang dirugikan adalah siswa itu sendiri,” tegasnya.

Meski begitu, Ari optimistis apabila pengajuan dilakukan secara formal dan disertai data kebutuhan riil, maka Kementerian Pendidikan akan memberikan persetujuan penuh.

“Saya yakin, jika disampaikan dengan benar dan sesuai kebutuhan, Kementerian akan setuju. Karena prinsipnya, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah,” tambahnya.

Sebagai solusi cepat, ia juga mengusulkan agar jumlah siswa per kelas bisa ditingkatkan menjadi 40 orang, selama ruang kelas dan fasilitas masih mencukupi, serta mendapatkan izin dari kementerian.

“Kalau memungkinkan, mari kita maksimalkan kapasitas per kelas. Tapi tetap sesuai aturan,” katanya.

Ari menutup dengan menyerukan agar Dinas Pendidikan lebih proaktif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, agar seluruh anak usia sekolah di Makassar bisa mendapatkan hak pendidikan secara merata.

“Jangan hanya menunggu. Ini soal masa depan ribuan anak. Dinas harus turun langsung ke kementerian untuk memastikan penambahan kuota ini terealisasi tahun ini,” tutupnya.