
MAKASSAR, Inisulsel.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar secara virtual, Selasa (2/9/2025). Agenda rapat membahas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025.
Seluruh fraksi DPRD menyampaikan masukan dan rekomendasi terkait arah kebijakan pembangunan. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari penyampaian Nota Keuangan atau KUA-PPAS yang telah dilakukan pada 29 Agustus lalu.
Munafri menjelaskan, penyusunan APBD-P 2025 dilakukan karena adanya perubahan asumsi ekonomi makro, penyesuaian kebijakan pusat, serta kebutuhan realokasi anggaran. “APBD Perubahan ini untuk mengantisipasi belanja mendesak, menyelesaikan program prioritas, dan menjaga fiskal daerah tetap sehat hingga akhir tahun,” ungkapnya.
Dalam rancangan APBD-P 2025, Pendapatan Daerah dipatok Rp4,898 triliun, turun 9,02 persen dari target awal Rp5,384 triliun. Belanja Daerah direncanakan Rp5,128 triliun atau turun 9,77 persen, dengan defisit Rp294,18 miliar yang ditutup melalui pembiayaan daerah.
Penurunan terbesar terjadi pada Belanja Modal yang terkoreksi 33,64 persen menjadi Rp980,28 miliar, sementara Belanja Tak Terduga merosot 75 persen menjadi Rp10 miliar. “Langkah ini bagian dari rasionalisasi agar anggaran lebih tepat sasaran dan sesuai kemampuan fiskal,” tambahnya.
Meski ruang fiskal terbatas, Munafri menegaskan bahwa APBD-P tetap fokus pada program prioritas, di antaranya:
1. Peningkatan kualitas pendidikan,
2. Pengendalian inflasi dan perluasan usaha,
3. Penguatan aparatur dan reformasi birokrasi,
4. Kesehatan promotif-preventif dan perlindungan masyarakat miskin,
5. Pemulihan ekonomi berbasis kewirausahaan dan digitalisasi,
6. Infrastruktur perkotaan modern, serta
7. Perlindungan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.
“Dengan kolaborasi eksekutif dan legislatif, pembahasan APBD Perubahan ini menjadi momentum untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegas Appi.


