oleh

Bunda Literasi Makassar Luncurkan Gerakan “Satu Masjid Satu Perpustakaan” di Momentum Maulid Nabi

MAKASSAR, Inisulsel.com – Bunda Literasi Kota Makassar, Melinda Aksa, resmi melaunching program “Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan” di Masjid Anny Mujahidah Rasunnah, Rabu (10/09/2025).

Peluncuran program ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dan dirangkaikan dengan peresmian Perpustakaan Masjid Anny Mujahidah Rasunnah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MT Anny Mujahidah Rasunnah Hj. Andi Darna, pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta jamaah yang menyambut penuh antusias lahirnya perpustakaan masjid pertama di kawasan ini.

Dalam sambutannya, Melinda menegaskan bahwa gerakan literasi berbasis masjid ini merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan budaya baca sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat ilmu.

“Masjid tidak hanya tempat ibadah, tapi juga rumah ilmu. Kami ingin menjadikan masjid sebagai ruang pencerahan, di mana masyarakat bisa memperdalam ibadah sekaligus memperluas wawasan lewat bacaan yang bermanfaat,” ujar Melinda.

Ia menambahkan, gerakan “Satu Masjid Satu Perpustakaan” diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan minat baca generasi muda. Dengan dukungan pemerintah, pengurus masjid, dan masyarakat, program ini akan diperluas ke berbagai masjid di Kota Makassar.

Melinda juga mengapresiasi pengurus Masjid Anny Mujahidah Rasunnah yang menjadi pionir dalam menghadirkan perpustakaan di lingkungan masjid.

“Mari kita jadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai teladan, karena beliau adalah sosok yang cinta ilmu. Semoga gerakan ini menjadi amal jariyah dan melahirkan generasi Makassar yang cerdas, berakhlak, dan cinta ilmu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua MT Anny Mujahidah Rasunnah, Hj. Andi Darna, mengaku bersyukur atas dukungan penuh Bunda Literasi Kota Makassar.

“Alhamdulillah, perpustakaan ini akhirnya hadir untuk jamaah. Harapan kami, ini bukan sekadar tempat menyimpan buku, tapi juga jadi ruang belajar bersama bagi anak-anak, remaja, hingga masyarakat sekitar,” ucapnya.

Gerakan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi dari lingkup masjid hingga ke seluruh Kota Daeng.