oleh

GMTD MENEBAR KASIH KE SEJUMLAH GEREJA & PANTI ASUHAN DALAM MENYAMBUT NATAL 2025 DAN TAHUN BARU 2026

Makassar,Inisulsel.com – Menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD), pengembang kawasan terpadu Tanjung Bunga Makassar, kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dan kepedulian sosial. Selasa, 23 Desember 2025

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berlandaskan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG), GMTD menggelar kegiatan sosial berupa kunjungan ke panti asuhan di sekitar wilayah Tanjung Bunga.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/12) ini diisi dengan doa bersama dan penyerahan santunan berupa uang saku serta paket kue tradisional kepada anak-anak panti asuhan Titipan Kasih, Murni, Pangamaseang, Peduli Kasih, dan panti werdha Theodora.

“Kegiatan CSR kali ini, merupakan agenda penutup kami di penghujung tahun 2025. Bantuan yang diberikan ini sebagai wujud rasa bahagia kami bersama dengan umat Kristiani yang merayakan Natal dan kiranya ini bermanfaat bagi anak-anak panti dalam perayaan Natal kali ini,” ujar COO GMTD, Jemmy Andreas Persang.

Bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial serta membawa semangat sukacita dan kebahagiaan dalam menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan komitmen jangka panjang perusahaan yang secara rutin dilakukan dan menjadi bentuk implementasi pilar Sejahtera dalam kerangka kerja grup bertajuk “Lippo Untuk Indonesia PASTI” (PASTI: Pintar-Asri-Sejahtera-Tangguh-Independen).

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/12) ini diisi dengan doa bersama dan penyerahan santunan berupa uang saku serta paket kue tradisional kepada anak-anak panti asuhan Titipan Kasih, Murni, Pangamaseang, Peduli Kasih, dan panti werdha Theodora. 

GMTD, pengembang kawasan terpadu Tanjung Bunga Makassar, terus berupaya melaksanakan program-program yang mendukung keberlanjutan Indonesia.

 

——-

 

Tentang PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk

PT GMTD Tbk telah menunjukkan reputasinya sebagai pengembang properti daerah perkotaan yang merupakan pelopor di Makassar yang berhasil mentransformasi Kawasan Tanjung Bunga dari lahan rawa menjadi kota mandiri yang modern dengan fasilitas yang lengkap berstandar internasional. Pembangunan PT GMTD Tbk berada di atas lahan kurang lebih seluas 1.000 hektar di barat daya Makassar, tepatnya di kawasan Tanjung Bunga, yang terbagi atas tiga zona wilayah yaitu Utara, Delta dan Selatan. Pengembangan Kawasan Tanjung Bunga ini dilakukan secara terintegrasi dengan master plan pengembangan wilayah oleh Provinsi Sulawesi Selatan. PT GMTD Tbk telah berhasil membangun lebih dari 7.916 rumah dan berpenduduk 5.470 keluarga.

GMTD merupakan anak Perseroan PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”). Bisnis GMTD terdiri dari Pembangunan Kawasan pemukiman, pariwisata dan bisnis, juga penyediaan lahan siap bangun, penyediaan jasa yang berkaitan dengan kepenghunian Kawasan, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang dibangun.

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Corporate Communication

T: 0411-8113456

E: corporate.communication@lippoland.com

www.tanjungbunga.com

 

———————————————————————————————————————————————————————————————-Siaran pers ini disiapkan oleh PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (“GMTD”) dan diedarkan untuk tujuan informasi umum saja. Seluruh pendapat dan estimasi yang dituliskan dalam siaran pers ini merupakan penilaian kami pada tanggal ini dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. GMTD tidak bertanggung jawab kewajiban atas setiap tuntutan atau kerugian yang mungkin timbul terhadap atau dialami oleh setiap orang sebagai akibat dari kepercayaan pada seluruhnya atau sebagian dari isi Pernyataan Pers ini. GMTD maupun perusahaan afiliasi, karyawan dan agennya tidak bertanggung jawab atas kesalahan dan kelalaian dalam Pernyataan Pers ini dan ketidakakuratan di dalamnya atau yang mungkin muncul.

Pernyataan berorientasi ke depan

Pernyataan tertentu dalam rilis ini dapat bersifat berorientasi ke depan. Pernyataan-pernyataan ini biasanya mengandung kata-kata seperti “akan”, “mengharapkan” dan “mengantisipasi” serta kata-kata lain yang serupa. Sesuai dengan sifatnya, pernyataan yang berorientasi ke depan memiliki risiko dan ketidakpastian sehingga peristiwa aktual dapat berbeda secara material dari apa yang dijelaskan dalam siaran pers ini.