
Makassar,Inisulsel.com- Tokoh literasi nasional Bachtiar Adnan Kusuma meluangkan waktu menghadiri syukuran khatam Iqra Pesantren Lorong Raudhah Indonesia di Kompleks Mangga Tiga tepatnya di Jalan Paccerakkang, Daya, Makassar, pada malam pergantian tahun memasuki tanggal 1 Januari 2026.
Di depan seratusan peserta khatam, Bachtiar Adnan Kusuma didaulat memberi kata kunci inspirating kepada seluruh peserta syukuran khatam Iqra Pesantren Lorong Raudhah Indonesia yang dihadiri ratusan ibu-ibu dan bapak-bapak serta anak-anak santri.
Menurut penulis beberap buku ini sesungguhnya Pesantren Lorong Raudhah Indonesia telah berhasil menjadi contoh yang baik atas implementasi literasi agama yaitu telah mengajarkan dan mempraktikkan langsung pembelajaran Al-Quran bukan hanya kepada anak-anak, tapi juga kepada orang tua.
Selain mengajarkan dan mengamalkan Al-Quran di Pesantren Lorong Raudhah Indonesia telah mengamalkan literasi baca dan literasi tulis. Buktinya, kata Bachtiar, hadirnya perpustakaan lorong Raudhah Indonesia yang diprakarsai Ustad Rahim Mayau telah melahirkan sejumlah buku inspirasi.
Bachtiar menegaskan kalau praktik literasi agama dan literasi baca dan tulis tak sekadar hanya diksi, melainkan aksi nyata dengan menghadirkan karya buku yang ditulis pendiri Pesantren Raudhah Ustas Rahim
Dia menambahkan, pesantren Lorong Raudhah Indonesia menjadi contoh baik hadirnya lembaga pendidikan berbasis masyarakat yang bukan hanya praktiknya agama, tapi lebih penting lagi praktik baik tentang literasi.
Karena itu, lanjutnya, apa yang digagas Ustas Rahim melalui pesantren lorong, tak sekadar diksi, tapi menjadi solusi di tengah darurat akses literasi. “Ustad Rahim ikut serta memberi solusi. Karenanya, tak ada bangsa yang besar tanpa kemajuan literasi yang kuat,” imbuhnya.
Bachtiar menggambarkan, para ulama telah memberi contoh pentingnya membaca dan menulis. Sebut saja Buya Hamka, kendati beliau telah meninggal dunia pada 1981, namun karyanya masih tetap menjadi abadi di tengah umat Islam.
Kata dia, Buya Hamka telah menulis ratusan buku, di antaranya Tasauf Moderen, Tafsir Al-Ashar, Di Bawah Lindungan Kabah dan beberapa buku lainnya.
Bachtiar berpendapat, membaca dan menulis haruslah menjadi gerakan bersama dan gerakan wajib bagi umat Islam. Karena dengan membaca dan menulis menjadi warisan peradaban para ulama besar yang telah berhasil menjunjung tinggi pentingnya literasi agama dan literasi baca dan menulis.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ustas Rahim yang tak sekadar memperjuangkan hadirnya pesantren lorong Raudhah Indonesia, tapi ia juga menulis apa yang telah dikerjakan dan diamalkan melalui pesantren yang digagas dan dirintisnya. Saya berharap agar warga Paccerakkang dan warga Makassar mendukung hadirnya Pesantren Lorong Raudhah Indonesia yang berdiri sejak 2018 ini,” tutup imbuh penerima penghargaan tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini.
Di akhir acara, Bachtiar Adnan Kusuma dan Ustad Rahim Mayau saling bertukar cenderamata Bachtiar menyerahkan buku karya Dr. K.H. Masrur Makmur, M.Pd.I. berjudul Fiqhi Muslim Bali dan buku Menembus Batas sementara pendiri Pesantren Lorong Raudhah Indonesia Ustas Rahim Mayau menyerahkan karyanya bertitel Inspirasi Jalan Dakwah Pesantren Lorong Raudhah Indonesia kepada Bachtiar.
Sementara itu, Ustad Rahim menegaskan jika lorong yang dimaksud adalah RSS, sempit dan berliku, namun warganya harus punya cita-cita yang tinggi.
Begitipun sebaliknya, Pesantren Lorong Raudhah Indonesia yang berdiri pada 2018, ini harus berkembang dengan melibatkan seluruh elemen, khususnya warga sekitar.

Alumnus IAIN (UIN) Alauddin ini menambahkan, guru-guru di pondok Pesantren Lorong Raudah Indonesia adalah produk asli yang diorbitkan pesantren Lorong dengan 77 guru mengaji dari 77 sanggar dan 23 dari kalangan bapak-bapak.
Dia membenarkan jika acara yang digelar Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, tepat pada malam pergantian tahun masehi menyongsong tahun 2026 adalah swadaya dan dukungan total dari peserta Pesantren Lorong Raudhah Indonesia.
“Pesantren Lorong Raudhah Indonesia takkan pernah hadir tanpa Imam, Ilmu dan Amal,” kunci Rahim seperti dikutip Indopos86.net


