oleh

Inspiratif dari Makassar: DG Tunru, Ketua RW yang Pilih Mengabdi Tanpa Gaji Demi Warganya

MAKASSAR,INISULSEL.COM, — Di tengah berbagai dinamika kehidupan perkotaan, hadir sosok sederhana namun penuh ketulusan yang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ridwan, yang akrab disapa DG Tunru, Ketua RW 005 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, menunjukkan bahwa pengabdian sejati tidak selalu diukur dari materi.

Berbeda dari kebanyakan, DG Tunru justru memilih untuk tidak mengambil hak gajinya sebagai Ketua RW. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ia lebih mengutamakan kebutuhan warganya dibanding kepentingan pribadi.

“Lebih baik saya gunakan untuk kepentingan bersama,” ungkapnya dengan rendah hati.

Bukti nyata dari kepeduliannya terlihat dari inisiatifnya menyediakan berbagai fasilitas untuk warga di wilayah RW 005. Ia membangun tenda, membeli kursi, serta menyediakan satu unit motor Viar untuk menunjang mobilitas pengangkutan perlengkapan tersebut. Langkah ini dilakukan agar warga tidak lagi direpotkan ketika menggelar kegiatan sosial maupun acara kemasyarakatan.

Menariknya, untuk kegiatan kedukaan, seluruh fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis oleh warga. Namun demikian, DG Tunru selalu menekankan pentingnya rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada.

“Silakan dipakai, apalagi untuk keperluan kedukaan, itu gratis. Tapi mari kita jaga bersama,” pesannya kepada warga.

Fasilitas tersebut kini dimanfaatkan secara luas oleh warga, mulai dari acara hajatan, pertemuan, hingga kegiatan sosial lainnya. Kehadiran sarana ini tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga mempererat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan tersebut.

“Beliau selalu ada untuk warga. Tidak banyak bicara, tapi langsung bekerja,” ujar salah satu warga setempat.

Seorang warga lainnya juga menyampaikan harapannya agar sosok seperti DG Tunru mendapatkan perhatian dari pemerintah kota.

“Seharusnya wali kota bisa mengapresiasi sosok Pak RW yang rela tidak mengambil gajinya demi kepentingan warganya,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari sesama Ketua RW di Kelurahan Mangasa. Salah satu RW menyampaikan bahwa sejak awal dilantik, DG Tunru sudah menunjukkan komitmen kerjanya.

“Begitu selesai dilantik di Lapangan Karebosi, besoknya beliau sudah langsung bekerja. Yang saya apresiasi, beliau juga membagikan alat kebersihan ke hampir semua RW yang ada di Mangasa,” ujarnya.

Komentar lain dari RW di Mangasa juga menegaskan konsistensi pengabdian DG Tunru sejak awal.

“Memang dari awal saya lihat beliau tidak pernah memandang soal gaji. Beliau fokus pada pengabdian. Bahkan kalau bicara soal gaji, beliau sudah ‘minus’ karena lebih banyak yang dikeluarkan untuk kepentingan warga,” tuturnya.

Tak hanya menjadi kebanggaan warganya, sosok DG Tunru juga dinilai layak menjadi role model bagi para Ketua RT dan RW di Kota Makassar. Ia menunjukkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Pengabdiannya menegaskan bahwa menjadi pemimpin di tingkat masyarakat adalah tentang hadir, peduli, dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan. Semangat inilah yang diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pemimpin lokal untuk menjadikan pengabdian sebagai tanggung jawab utama, bukan sekadar formalitas.

Kisahnya bukan hanya layak diapresiasi, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbuat kebaikan, sekecil apa pun itu, demi kepentingan bersama.(**)