MAKASSAR,INISULSEL.COM, — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mendorong penguatan peran kader PKK dalam menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Kecamatan Wajo, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan SMEP tersebut diikuti oleh jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar yang melaksanakan supervisi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program TP PKK Kecamatan Wajo. Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan berbagai program PKK berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Setibanya di Kecamatan Wajo, rombongan TP PKK Kota Makassar disambut Camat Wajo beserta parah lurah, Ketua TP PKK Kecamatan Wajo, para Ketua TP PKK kelurahan se-Kecamatan Wajo, serta seluruh pengurus dan kader PKK.
Dalam sambutannya, Melinda mengatakan SMEP menjadi ruang untuk memperkuat kelembagaan, memetakan potensi, sekaligus mengevaluasi dampak nyata berbagai program PKK di tengah masyarakat.
“Evaluasi melalui SMEP penting dilakukan agar setiap program yang telah direncanakan tidak hanya tercatat dalam laporan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga dan masyarakat. Karena itu, kader PKK diharapkan mampu melihat persoalan di wilayah masing-masing sekaligus menghadirkan solusi yang tepat,” ujarnya
Melinda juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya penanganan sampah yang menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Makassar.
“PKK sebagai gerakan yang berbasis keluarga memiliki peran sentral dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui program penanganan sampah dari tingkat rumah tangga. Perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari dapur dan pekarangan rumah kita sendiri,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kebiasaan sederhana seperti memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh seluruh keluarga.
Menurut Melinda, Kecamatan Wajo memiliki karakteristik yang unik karena merupakan salah satu kawasan pusat perdagangan, bisnis, sekaligus wilayah permukiman yang cukup padat di Kota Makassar. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah.
Namun, ia optimistis kepadatan kawasan tersebut dapat menjadi kekuatan apabila dibarengi dengan koordinasi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah kecamatan, kelurahan, kader PKK, masyarakat, serta pelaku usaha.
Melalui momentum SMEP 2026, Melinda mengimbau kader PKK di Kecamatan Wajo memperkuat tiga langkah utama, yakni memilah sampah dari dapur dengan memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, mengoptimalkan Bank Sampah Unit (BSU) di setiap RW, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Ia berharap sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dapat dikelola secara optimal melalui BSU sehingga tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi keluarga. Di sisi lain, pelaku usaha rumah tangga dan masyarakat juga didorong mulai beralih menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan.
“Jika pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga di Kecamatan Wajo berjalan tertib, beban penanganan sampah kota akan berkurang secara signifikan. Kita ingin menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi warga maupun pelaku usaha,” kata Melinda.
Usai pembukaan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan SMEP. Para pengurus TP PKK Kota Makassar bersama pengurus TP PKK Kecamatan Wajo melakukan proses supervisi, monitoring, evaluasi, dan pelaporan terhadap pelaksanaan program PKK di wilayah Kecamatan Wajo.(**)