
Pare- Visitasi dan konsolidasi Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Sulsel yang berlangsung sepekan ditutup di Kota Bandar Niaga Pare pare yang dikenal dengan kota kelahiran Presiden RI ke 3 BJ Habibie.
Kunjungan Pengurus Provinsi MI Sulsel yang dipimpin langsung Ketua HM Munir Mangkana SH dan Sekretaris Sultan SE, MM, beserta jajarannya diterima langsung Ketua KONI Parepare Fadly Agus Mante dan Ketua Pengkot MI Parepare Saharuddin Nassa, SE didampingi pengurus terasnya, di Rumah Makan Goyang Lidah, Parepare. Minggu
Visitasi dilakukan untuk konsolidasi pengurus sekaligus
meninjau kesiapan atlet, mengevaluasi kepengurusan serta mempererat hubungan silaturrahmi antara pengurus provinsi dan pengurus kabupaten/kota Muaythai Indonesia di daerah.
Selain itu, pengurus juga menyampaikan program dan kelender kegiatan Muaythai Sulsel dan PB Muaythai Indonesia tahun 2027 dan 2028
Adapun tujuan utama visitasi ini, imbuh Munir, untuk monitoring langsung perkembagan fisik dan kesiapan mental atlet, hingga persiapan teknis dan perlengkapan atlet yang menunjang bekal atlet untuk meraih prestasi pada ajang porprov 2026 sekaligus menyongsong event PON 2028 mendatang.
Munir menyebut sebanyak 15 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dinyatakan lolos persyaratan atlet Muaythai untuk berlaga pada Porprov Sulsel 2026.
“Persoalan yang paling banyak kami temukan adalah mutasi atlet. Itulah yang membuat kami di Muaythai Sulsel melakukan penguatan visitasi di 15 kabupaten dan kota,” Munir berlatar lawyer ini.
Selain pembinaan atlet, Muaythai Sulsel juga akan meningkatkan kualitas perangkat pertandingan melalui pelatihan wasit dan juri dengan menghadirkan langsung tenaga dari Pengurus Besar (PB) Muaythai Indonesia.
Dari Pare, rombongan pengurus menyambangi Plt pengurus MI Barru dalam rangka persiapan Muskab MI Barru.

Kunjungan silaturahmi MI Sulsel di Kota Hibrida ini diterima langsung oleh Plt Pengkab Muaythai Indonesia Barru yang juga merupakan Atlet Muaythai yang akan berlaga di Porporv XVIII di Wajo.(@)


