
Makassar,Inisulsel.com – Sebanyak 66,28 kilogram sampah terkumpul dalam kegiatan Jelajah Sampah di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/8/2026). Sampah yang dikumpulkan dalam kegiatan tersebut kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Hasil pemilahan menunjukkan sampah anorganik menjadi jenis dengan jumlah terbanyak. Rinciannya, sampah anorganik mencapai 25,92 kilogram, sampah organik 20,40 kilogram, dan sampah residu sebanyak 19,96 kilogram.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kecamatan Rappocini untuk mengingatkan masyarakat agar membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.
Sampah Perlu Dipilah dari Rumah Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha mengatakan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proses pengangkutan. Menurut dia, masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi dan memilah sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Jelajah Sampah ini menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa sampah harus dipilah sejak dari rumah. Kita ingin kebiasaan ini tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari,” ungkap Yudistira, dikutip dari Tribun Timur, Minggu (9/8/2026).
Ia menjelaskan, pemilahan sejak dari sumbernya akan membuat penanganan sampah menjadi lebih mudah karena setiap jenis sampah membutuhkan penanganan yang berbeda.
“Kalau sampah sudah dipilah dari rumah, penanganannya akan lebih mudah. Sampah organik bisa diolah, sampah anorganik yang masih bernilai bisa masuk ke Bank Sampah, sementara residu ditangani sesuai jenisnya,” jelasnya.
Sampah organik yang terkumpul dapat diolah menjadi kompos. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dikelola melalui Bank Sampah. Adapun sampah residu merupakan jenis sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan.
“Peran RT/RW sangat penting untuk mengedukasi dan mengajak warga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, RT/RW, petugas kebersihan, dan masyarakat,” tuturnya.
Ia mengajak warga Rappocini memulai kebiasaan tersebut dari hal sederhana, yakni memilah sampah di rumah.
“Kami mengajak masyarakat mulai dari hal sederhana, yaitu memilah sampah di rumah. Kebiasaan ini kalau dilakukan bersama-sama tentu akan memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan,” bebernya.
Menurutnya, kegiatan Jelajah Sampah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Kebiasaan memilah sampah perlu diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. “Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi pemicu perubahan kebiasaan. Harapannya, masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kebersihan dimulai dari cara kita mengelola sampah sendiri,” sambungnya.
Jelajah Sampah Digelar Serentak
Kegiatan Jelajah Sampah di Rappocini merupakan bagian dari kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar secara serentak di 15 kecamatan. Kegiatan di Rappocini berlangsung di Halaman Kantor Kelurahan Gunung Sari dan melibatkan para lurah, ASN lingkup Kecamatan Rappocini, Ketua RT/RW, serta masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala DLH Kota Makassar Dr Helmy Budiman. Melalui kegiatan tersebut, pemilahan sampah diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kecamatan Rappocini mendorong agar pemilahan sampah dapat dilakukan secara konsisten dari rumah. Dengan begitu, sampah dapat ditangani sesuai jenisnya dan kebersihan lingkungan dapat lebih terjaga.


